NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Program Studi Ilmu Pemerintahan melalui Laboratorium Ilmu Pemerintahan kembali menggelar Kuliah Umum dalam bentuk diskusi mahasiswa pada Rabu (26/11) pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh Koordinator Prodi Ilmu Pemerintahan, Wais Alqarni, S.IP., M.A., serta Kepala Laboratorium Prodi Ilmu Pemerintahan, Mukhrijal, M.I.P. Hadir sebagai narasumber Selamat Ginting, M.I.Kom., Pengamat Komunikasi Politik dan Militer dari Universitas Nasional (UNAS) Jakarta.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan, Maimun, S.Pd., MA. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi upaya Prodi dan Laboratorium yang konsisten menghadirkan kegiatan edukatif, khususnya terkait sistem informasi yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan opini publik dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi pemaparan materi, Selamat Ginting membahas tema Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Era Generasi Kelima untuk Indonesia yang Berdaulat. Ia menekankan bahwa perang modern tidak lagi hanya berlangsung melalui senjata, tetapi melalui teknologi yang mampu menggiring opini publik dan memengaruhi persepsi tentang kedaulatan bangsa.
Menurutnya, Perang generasi kelima berpusat pada manipulasi informasi, operasi cyber yang tidak kita sadari. Musuh yang bukan lagi hanya negara melainkankan juga kemampuan seseorang untuk mempengaruhi opini publik, yang membuat kita tidak sadar ada yang sedang mencoba untuk memecah belah kita. Mahasiswa sebagai generasi intelektual harus kritis dalam menghadapi teknologi dan menjadi garda depan untuk menentukan arah kedaulatan Indonesia.
Selamat Ginting juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai penggerak hubungan bangsa, menjaga solidaritas nasional, serta memperluas jejaring pertemanan. Menurutnya, mahasiswa berfungsi sebagai diplomat publik yang merepresentasikan wajah bangsa dalam berbagai interaksi.
Koordinator Prodi Ilmu Pemerintahan, Wais Alqarni, S.IP., M.A., menyampaikan bahwa diskusi seperti ini merupakan bentuk implementasi pengembangan keilmuan terkait komunikasi dalam masyarakat. Ia menambahkan bahwa Prodi Ilmu Pemerintahan telah menyediakan beragam minat studi bagi mahasiswa, sehingga lulusan tidak hanya terpaku pada profesi sebagai ASN, tetapi dapat berkembang di berbagai sektor lainnya.
Melalui kegiatan ini, Laboratorium Prodi Ilmu Pemerintahan berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya kesadaran terhadap arus informasi yang dapat dengan mudah menggiring opini publik—baik untuk memecah belah maupun memperkuat kedaulatan bangsa. (XRQ)





