NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI menetapkan Banda Aceh sebagai pusat peringatan Hari HAM Internasional 2025. Agenda ini sekaligus menjadi momentum peringatan 20 tahun perdamaian Aceh pasca-penandatanganan MoU Helsinki.
“Kami berencana menyelenggarakan hari HAM Internasional 2025 di Banda Aceh, dan kita minta dukungan dari pemerintah Aceh,” kata Koordinator Sub Komisi Pemajuan HAM Komnas HAM RI, Atnike Nova Sigiro, di Banda Aceh, Jumat (29/8/2025).
Rencana tersebut disampaikan Atnike usai bertemu Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, untuk membahas dukungan pelaksanaan peringatan yang akan berlangsung pada 9–10 Desember 2025 mendatang.
Peringatan Hari HAM Internasional di Aceh nantinya akan diisi dengan beragam kegiatan, mulai dari seminar, workshop, pertunjukan kebudayaan, hingga kunjungan ke sejumlah situs bersejarah di Banda Aceh.
Menurut Atnike, pelaksanaan tahun ini juga merupakan upaya memperingati dua dekade damai Aceh.
“Kami ingin agar perdamaian Aceh ini terus berlanjut dan menjadi contoh, bahwa perdamaian Aceh berlanjut, dan masyarakat Aceh semakin sejahtera,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut akan melibatkan pemerintah Aceh, perwakilan lembaga internasional, tokoh agama, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta kelompok perempuan.
“Kemudian, nantinya kami juga mengajak serta pihak kementerian/lembaga di nasional agar turut serta mendukung dan memperkuat komitmen pemerintah dalam mendukung perdamaian di Aceh,” kata Atnike.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah.
“Kami pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya. Karena ini berhubungan dengan perdamaian, mungkin nanti leading sektornya di Badan Reintegrasi Aceh (BRA),” ujarnya.
Fadhlullah berharap kegiatan ini berjalan lancar, apalagi menghadirkan perwakilan nasional hingga lembaga internasional. Ia menegaskan pemerintah Aceh siap menyediakan fasilitas yang representatif.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Komnas HAM RI, Sepriady Utama, menyampaikan bahwa secara garis besar peringatan tahun ini akan mengangkat tema merawat perdamaian Aceh. “Secara garis besar kegiatan ini juga bermaksud untuk meningkatkan kesadaran publik, merawat perdamaian, penguatan kolaborasi, hingga hari terwujudnya penyelesaian pelanggaran HAM di Aceh,” ujarnya.
Editor: Akil