NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui jajaran Kodam Iskandar Muda terus melanjutkan pembangunan jembatan Armco di berbagai wilayah Provinsi Aceh sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektivitas daerah.
Dilansir Nukilan.id, program ini juga diarahkan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana, sekaligus membuka akses antarwilayah yang sebelumnya terbatas.
Hingga saat ini, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Dari total 105 titik yang direncanakan, sebanyak 40 titik telah menyelesaikan tahap Detail Perencanaan Teknis (DPT), satu titik masih dalam proses, sementara tiga titik telah rampung pada tahap pemasangan konstruksi. Selain itu, 38 titik masih dalam tahap mobilisasi material dan 23 titik lainnya masih dalam rencana komando atas.
Pembangunan jembatan Armco dilakukan secara bertahap dan tersebar di sejumlah wilayah strategis, seperti Kabupaten Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Bireuen, hingga Aceh Utara.
Pada Tahap I, sejumlah desa di Aceh Timur, seperti Alue Gadeng Dua, Alue Sentang I dan II, serta Buket Kuta, telah menuntaskan DPT hingga 100 persen. Jembatan ini berfungsi sebagai penghubung antar desa sekaligus akses menuju jalan lintas nasional Medan–Banda Aceh.
Kemajuan serupa juga terlihat di Kabupaten Bener Meriah, dengan sejumlah desa seperti Weh Pase, Burni Pase, Pasar Buntul, dan Bahgie Bertona yang telah menyelesaikan perencanaan teknis. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, pembangunan di Desa Terban, Blangkandis, dan Suka Mulia juga telah menyelesaikan tahap DPT, dengan fungsi sebagai penghubung antar dusun dan akses menuju jalur utama provinsi.
Memasuki Tahap II, cakupan pembangunan semakin luas, meliputi wilayah Aceh Timur, Bireuen, dan Aceh Utara. Secara umum, seluruh titik pada tahap ini telah merampungkan DPT dan siap memasuki tahap konstruksi fisik.
Di Kabupaten Bireuen, pembangunan tersebar di sejumlah desa seperti Batee Raya, Juli Tambo Tanjong, hingga kawasan Salah Sirong Jaya, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses antar desa.
Adapun di Aceh Utara, pembangunan difokuskan pada wilayah penghubung strategis, seperti Desa Alue Capli, Buket Linteueng, dan Mesjid Meuraksa.
Pada Tahap III, beberapa titik telah memasuki proses pemasangan konstruksi, di antaranya di Desa Cot Girek dan Blang Aman, Aceh Utara, dengan progres masing-masing mencapai 80 persen dan 40 persen. Sementara itu, di Desa Simpur II, Kabupaten Bener Meriah, progres DPT telah mencapai 45 persen.
Sebagian besar lokasi pembangunan merupakan wilayah terdampak bencana, sehingga keberadaan jembatan ini dinilai sangat penting untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terputus akibat banjir, longsor, maupun kerusakan infrastruktur.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya TNI AD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan akses ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Kodam Iskandar Muda menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak serta mengoptimalkan sumber daya agar seluruh target pembangunan dapat tercapai tepat waktu dan sesuai standar kualitas.
Dengan progres yang terus meningkat, diharapkan seluruh pembangunan jembatan Armco dapat segera rampung dan dimanfaatkan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan wilayah serta memperkuat ketahanan daerah di Aceh. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News







