NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si, menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Gampong Rekonsiliasi Perdamaian (REDAM) Tahun 2026 yang digelar Kantor Wilayah KemenHAM Aceh, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat penyelesaian konflik sosial di tingkat desa sekaligus mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Iskandar menegaskan bahwa gampong memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas sosial serta menanamkan nilai-nilai perdamaian di tengah masyarakat.
“Gampong memiliki kearifan lokal yang sangat kuat dalam menyelesaikan konflik. Melalui program ini, kita menharapkan dapat menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut agar masyarakat mampu menjadi agen perdamaian di lingkungannya masing-masing,” ujar Iskandar.
Ia menjelaskan, pembentukan gampong rekonsiliasi tidak sekadar program administratif, melainkan langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.
Selain itu, Iskandar menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi lintas pihak dalam menyukseskan program tersebut, mulai dari pemerintah gampong, tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, lembaga adat, aparat keamanan, hingga pemerintah kabupaten/kota dan provinsi.
“Koordinasi dan sinergi sangat lah penting dalam sebuah program,tidak akan bisa berjalan sendiri sendiri kita dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terkhusus dalam hal sosial masyarakat” pungkas Iskandar.
Rakor tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga terkait. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas sejumlah tantangan implementasi program, seperti penguatan kapasitas aparatur gampong dan pentingnya dukungan lintas sektor.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk mendukung pembentukan gampong rekonsiliasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berbasis perdamaian di tingkat lokal.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

