Thursday, 15 October 2026 Banda Aceh 25°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Pemerintahan

Katibul Wali Nanggroe Terima Audiensi RRI Meulaboh

Audiensi dan silaturahmi RRI Meulaboh bersama Abdullah Hasballah, Katibul Wali (Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh), di Kantor Lembaga Wali Nanggroe Aceh. Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi kelembagaan dan kolaborasi dalam mendukung penyebarluasan informasi serta nilai-nilai keacehan melalui siaran publik (Foto: RRI/iqval)
Audiensi dan silaturahmi RRI Meulaboh bersama Abdullah Hasballah, Katibul Wali (Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh), di Kantor Lembaga Wali Nanggroe Aceh. Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi kelembagaan dan kolaborasi dalam mendukung penyebarluasan informasi serta nilai-nilai keacehan melalui siaran publik (Foto: RRI/iqval)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Abdullah Hasballah selaku Katibul Wali atau Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh menerima audiensi LPP RRI Meulaboh di Kantor Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Senin (2/3/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara Lembaga Wali Nanggroe Aceh dan RRI Meulaboh dalam mendukung penyebarluasan informasi publik yang edukatif dan inspiratif.

Kepada Nukilan.id, Abdullah Hasballah menegaskan pentingnya peran media publik dalam menjaga marwah budaya dan adat Aceh. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun narasi yang konstruktif di tengah masyarakat.

“Media memiliki posisi strategis dalam membangun narasi positif, memperkuat persatuan, dan menyampaikan pesan-pesan kebangsaan yang sejalan dengan nilai adat dan syariat,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara Lembaga Wali Nanggroe Aceh dan RRI Meulaboh dapat terus diperkuat, terutama dalam menghadirkan program-program siaran yang mengangkat nilai adat, sejarah, serta identitas keacehan.

Sementara itu, pihak RRI Meulaboh menyampaikan komitmennya untuk terus menghadirkan siaran berkualitas melalui platform radio maupun digital. RRI juga membuka ruang kerja sama dalam bentuk dialog interaktif, feature budaya, serta konten edukatif lainnya yang berkaitan dengan nilai-nilai adat dan sejarah Aceh.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama berkelanjutan antara kedua lembaga dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Aceh serta pembangunan karakter masyarakat di era digital. (xrq)

A
Penulis

Akil