NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Di sela kunjungan Safari Ramadan Pemerintah Aceh ke Kabupaten Aceh Selatan, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP., menyempatkan diri singgah di SMA Negeri 1 Meukek, Selasa (3/3/2026).
Murthalamuddin datang bersama Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Disdik Aceh, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Selatan Annadwi, S.Pd., M.M., serta Tim Humas Dinas Pendidikan Aceh.
Kunjungan tersebut berlangsung singkat dan dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa dan dewan guru di tengah rangkaian kegiatan Safari Ramadan di wilayah Aceh Selatan.
Setibanya di sekolah, rombongan melaksanakan salat Zuhur berjamaah bersama keluarga besar SMAN 1 Meukek. Setelah itu, Murthalamuddin menyampaikan tausiah singkat kepada para siswa dan guru.
Dalam pesannya, ia mengajak para siswa tetap bersemangat dalam menuntut ilmu, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, serta terus menjaga semangat belajar di luar bulan Ramadan.
“Keberhasilan di masa depan ditentukan oleh kesungguhan dalam menuntut ilmu sejak dini, serta membangun karakter agar kelak menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Usai menyampaikan ceramah di mushalla, Murthalamuddin melanjutkan pertemuan singkat di ruang guru bersama pengawas sekolah, sejumlah kepala sekolah di sekitar wilayah tersebut, serta seluruh dewan guru SMAN 1 Meukek.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pendidikan harus mampu membentuk tiga aspek utama dalam diri peserta didik, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
“Guru memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi unggul. Karena itu, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap seluruh surat edaran dinas termasuk aturan penggunaan telepon genggam oleh guru dan siswa saat proses pembelajaran serta pengaturan kegiatan belajar selama Ramadan harus dilaksanakan secara serius demi peningkatan mutu pendidikan di Aceh Selatan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Murthalamuddin juga menyampaikan kisah sejarah Islam pada masa Rasulullah dan para sahabat yang menjadikan ilmu sebagai fondasi peradaban. Ia menegaskan pentingnya budaya literasi sebagaimana firman Allah dalam wahyu pertama yang diturunkan, yaitu perintah membaca.
“Ayat ini merupakan dasar pentingnya literasi dalam dunia pendidikan. Segala ilmu pada dasarnya bersumber dari nilai-nilai Al-Qur’an, sehingga belajar dan mengamalkannya menjadi amaliah yang bernilai di dunia dan akhirat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan itu kemudian ditutup dengan tausiah dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh. Setelah itu, Murthalamuddin bersama keluarga besar Cabang Dinas Pendidikan Aceh Selatan melanjutkan kegiatan buka puasa bersama di SMA Negeri 1 Tapaktuan, Aceh Selatan.










