Kader Internal Makin Solid Jelang Musda Demokrat Aceh, DPC Pidie Soroti Rekam Jejak dan Kapasitas

Share

NUKILAN.ID | Sigli – Dinamika politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh 2026 kian menghangat. Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031, dengan dukungan terhadap figur muda dari internal partai mulai disuarakan secara terbuka.

Musda Demokrat Aceh 2026 dinilai menjadi momentum strategis, tidak hanya dalam menentukan pergantian kepemimpinan, tetapi juga arah konsolidasi dan kekuatan partai menghadapi kontestasi politik ke depan.

Sejauh ini, beberapa nama yang diperbincangkan berasal dari internal dan eksternal partai. Dari internal Demokrat, muncul nama Drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes (DNA) dan H.T. Ibrahim. Sementara dari eksternal, nama Illiza Sa’aduddin Djamal turut masuk dalam radar perbincangan politik.

Di tengah dinamika tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pidie, Teuku Syawal, secara terbuka menilai Nurdiansyah Alasta sebagai figur yang paling tepat untuk memimpin Demokrat Aceh ke depan.

Menurut Syawal, DNA memiliki kombinasi pengalaman politik, kapasitas kepemimpinan, intelektualitas, serta jaringan komunikasi yang menjadi modal penting dalam mengonsolidasikan partai.

“Beliau dua periode menjadi anggota DPR Aceh, punya relasi politik yang baik dengan partai nasional maupun partai lokal, dan mampu membangun komunikasi lintas kepentingan, terutama dengan Pemerintah Aceh saat ini,” kata Teuku Syawal kepada awak media, Kamis (5/2/2026).

Selain rekam jejak sebagai legislator, Syawal juga menyoroti kiprah DNA yang saat ini menjabat Ketua Komisi IV DPRA serta Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh, yang dinilainya berhasil dijalankan dengan baik.

Dalam sejumlah momentum, DNA dikenal vokal menyuarakan berbagai persoalan strategis daerah. Salah satunya terkait dugaan aliran dana tidak jelas dari aktivitas tambang ilegal yang dinilai merugikan Aceh.

Syawal menilai, keberanian bersikap serta kemampuan membaca isu strategis merupakan indikator penting bagi kepemimpinan Partai Demokrat Aceh di masa mendatang.

Ia juga menambahkan bahwa faktor generasi menjadi pertimbangan serius. Menurutnya, Demokrat Aceh membutuhkan figur yang mampu menjangkau pemilih muda, seiring dengan meningkatnya jumlah pemilih dari kelompok usia tersebut.

“Pemilih muda akan menjadi penentu pada pemilu mendatang. Figur yang intelek, komunikatif, energik, dan mampu memahami perubahan zaman menjadi kebutuhan politik hari ini,” ujarnya.

Meski dinamika Musda mulai menghangat, Syawal menegaskan bahwa seluruh proses tetap harus berjalan sesuai mekanisme organisasi. Ia menekankan bahwa keputusan akhir kepemimpinan Demokrat Aceh berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

“Proses Musda tetap kita hormati sesuai aturan. Pada akhirnya kita tunduk dan patuh pada keputusan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Mas AHY,” tutupnya.

spot_img

Read more

Local News