Jelang Musda Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Kirim Surat Terbuka kepada AHY

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Aceh, Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, menyampaikan surat terbuka kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam surat tersebut, Nurdiansyah mengungkapkan bahwa dirinya telah mengantongi dukungan dari 18 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Aceh. Sebelum menyatakan maju sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, ia mengaku telah meminta restu kepada Teuku Riefky Harsya yang merupakan petinggi Partai Demokrat sekaligus Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf).

“Pada awal proses Musda, saya terlebih dahulu meminta restu kepada Bapak Teuku Riefky Harsya sebagai tokoh dan senior kami, untuk maju sebagai calon ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Saat itu beliau menyampaikan persetujuan,” tulis Nurdiansyah.

Ia menyebutkan, para ketua DPC yang memberikan dukungan kepadanya bahkan telah dibawa ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Teuku Riefky Harsya sebagai bentuk kesungguhan dalam mengikuti mekanisme partai.

Namun, Nurdiansyah mengaku situasi berubah setelah kepemimpinan DPD Partai Demokrat Aceh dijalankan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD, Riyan Firmansyah.

Menurutnya, menjelang pelaksanaan Musda, sejumlah ketua DPC menyampaikan informasi bahwa Teuku Riefky Harsya menghubungi mereka satu per satu agar mengalihkan dukungan kepada Dr. Sayuti Abubakar yang disebutnya bukan berasal dari kader Partai Demokrat.

Diketahui, Sayuti Abubakar merupakan salah satu kandidat dalam Musda Demokrat Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Sayuti merupakan mantan calon anggota DPR RI dari PKB yang gagal lolos ke Senayan pada Pemilu 2019. Saat ini ia menjabat sebagai Wali Kota Lhokseumawe dan sebelumnya pernah menjadi Sekretaris Majelis Tinggi Partai Nanggroe Aceh.

Dalam suratnya, Nurdiansyah mengaku tidak mengetahui alasan di balik perubahan dukungan tersebut.

“Sampai hari ini saya tidak mengetahui apa kesalahan saya. Saya juga mendengar berbagai tuduhan yang tidak pernah diklarifikasi kepada saya,” ujarnya.

Nurdiansyah juga mengaku telah berulang kali meminta kesempatan untuk bertemu langsung dengan Teuku Riefky Harsya agar dapat memberikan penjelasan secara terbuka. Namun, hingga kini pertemuan tersebut belum terlaksana.

Meski demikian, Nurdiansyah Alasta yang akrab disapa DNA menegaskan bahwa surat terbuka tersebut bukan ditujukan untuk menyalahkan siapa pun maupun mempersoalkan sikap petinggi DPP Partai Demokrat.

“Saya hanya berharap Bapak (AHY) mengetahui apa yang saya alami dari sudut pandang saya sebagai kader yang telah berkarir dari bawah sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kab. Aceh Tenggara, serta berjuang dari bawah, membangun dukungan secara terbuka, dan mengikuti mekanisme partai dengan itikad baik,” tulisnya.

Ia menegaskan tetap meyakini Partai Demokrat menjunjung tinggi nilai kaderisasi, keadilan, serta memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi seluruh kader. Apa pun keputusan yang diambil partai, kata dia, akan tetap dihormati.

“Saya tetap setia kepada Partai Demokrat dan tetap menghormati seluruh keputusan ketua umum,” ujar Nurdiansyah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News