NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Sejumlah warga penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, mengaku kecewa karena bantuan rehabilitasi rumah dari pemerintah yang telah diserahkan secara simbolis belum juga diterima di rekening mereka.
Bantuan tersebut sebelumnya diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, kepada Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, pada Jumat (12/2/2026). Program bantuan tahap pertama itu diperuntukkan bagi 2.804 kepala keluarga terdampak banjir.
Pemerintah menjanjikan bantuan sebesar Rp 15.000.000 bagi rumah kategori rusak ringan dan Rp 30.000.000 untuk rumah rusak sedang, dengan total nilai bantuan mencapai Rp 12,17 miliar. Namun hingga kini, warga mengaku belum dapat memanfaatkan dana tersebut untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat banjir.
Warga Protes di Media Sosial
Kekecewaan warga kemudian meluas di media sosial. Sejumlah penyintas banjir ramai-ramai menyampaikan keluhan melalui kolom komentar akun Facebook resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Salah seorang warga, Muhammad Falah, mempertanyakan kepastian pencairan bantuan yang dinilai terlalu lama.
“Uangnya belum masuk, kapan ini dicairkan,” tulis Muhammad Falah.
Keluhan serupa juga disampaikan Alda Fazira yang menilai proses penyaluran bantuan berjalan lamban. Ia menyindir penyerahan bantuan yang dianggap hanya bersifat seremonial.
“Bantuan hanya simbolis, yang kami perlukan kerja cepat, kerja nyata, bukan sekadar janji besok ke besok,” tulis Alda Fazira.
Sementara itu, warga lainnya, Nada Azilla, meminta pemerintah segera mentransfer dana bantuan agar perbaikan rumah dapat segera dilakukan sebelum musim penghujan kembali datang.
Penjelasan Pemerintah Daerah
Menanggapi protes warga, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij, membenarkan bahwa bantuan tersebut memang belum diterima masyarakat.
Ia menjelaskan keterlambatan terjadi karena adanya kendala teknis dalam proses administrasi perbankan. Pemerintah daerah, kata dia, masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan pembukaan rekening bagi ribuan penerima bantuan.
Sebelumnya diberitakan, bantuan rehabilitasi rumah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat membantu pemulihan warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Namun hingga proses administrasi rampung, warga masih menunggu realisasi pencairan dana yang dijanjikan tersebut. (XRQ)


