ITF UIN Ar-Raniry Gelar Capacity Building Mahasiswa untuk Perkuat Integritas dan Karakter Akademik

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH —  menyelenggarakan kegiatan Capacity Building ITF Ar-Raniry 2026 pada 7–8 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa penerima manfaat program pembinaan ITF di lingkungan kampus tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan ba’da shalat Dzuhur ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas intelektual, spiritual, sekaligus pembentukan karakter mahasiswa yang berintegritas.

Program ini dirancang sebagai pembinaan berkelanjutan bagi mahasiswa penerima bantuan pendidikan ITF. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh dukungan finansial, tetapi juga pembinaan dalam aspek keilmuan, moral, dan spiritual.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri secara optimal serta memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

Pada tahun 2026, jumlah mahasiswa binaan ITF UIN Ar-Raniry tercatat sebanyak 134 orang. Dari jumlah tersebut, 73 mahasiswa merupakan penerima Bantuan Biaya Pendidikan (BBP), sedangkan 61 mahasiswa lainnya menerima Dana Darurat Pendidikan (DDP).

Bantuan ini diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial agar dapat melanjutkan studi tanpa terkendala keterbatasan ekonomi.

Koordinator Bidang Pembinaan dan Pengembangan SDM ITF UIN Ar-Raniry, Dr. (C) Muhammad Abrar, M.E, mengatakan bahwa kegiatan seperti capacity building menjadi bagian penting dalam sistem pendampingan mahasiswa penerima bantuan.

Menurutnya, program tersebut bertujuan agar mahasiswa tidak hanya terbantu dari sisi pembiayaan pendidikan, tetapi juga memperoleh penguatan karakter dan kesadaran akademik.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa penerima manfaat ITF bukan hanya menerima bantuan dana pendidikan, tetapi juga mendapatkan pembinaan yang mampu meningkatkan kualitas diri mereka sebagai intelektual muslim yang berintegritas,” ujarnya.

Pada hari pertama kegiatan, Sabtu (7/3/2026), peserta mengikuti pemaparan materi dari Ust. Isra’ Ahmadsyah, B.Ec., M.Ec., M.Sc., Ph.D dengan tema “Ramadhan sebagai Momentum Self-Development dan Pembentukan Karakter Intelektual Muslim.”

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk melakukan refleksi diri serta membangun kedisiplinan dalam kehidupan akademik dan spiritual.

Ia menjelaskan bahwa Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai proses pendidikan spiritual yang mampu membentuk karakter seseorang. Nilai-nilai seperti kesabaran, pengendalian diri, kejujuran, serta tanggung jawab yang dilatih selama bulan Ramadhan dinilai dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi intelektual muslim yang berintegritas.

Menurutnya, mahasiswa sebagai bagian dari komunitas akademik memiliki tanggung jawab besar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menjaga nilai-nilai moral dan etika dalam proses pencarian ilmu.

Sementara itu, pada hari kedua, Minggu (8/3/2026), kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. T. Zulfikar, M.Ed., Ph.D dengan tema “Etika Akademik dalam Perspektif Spiritual: Kejujuran, Disiplin, dan Tanggung Jawab.”

Dalam materinya, ia menekankan pentingnya etika akademik sebagai fondasi dalam membangun tradisi keilmuan yang bermartabat di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menjelaskan bahwa integritas akademik harus menjadi prinsip utama bagi setiap mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan. Nilai seperti kejujuran dalam mengerjakan tugas, disiplin mengikuti proses pembelajaran, serta tanggung jawab terhadap karya ilmiah merupakan bagian penting dari etika akademik yang harus dijaga.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa perspektif spiritual dapat menjadi landasan kuat dalam menjaga integritas akademik. Ketika nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, dan tanggung jawab tertanam dalam diri mahasiswa, maka praktik-praktik yang merusak integritas akademik seperti plagiarisme, manipulasi data, maupun ketidakjujuran dalam proses belajar dapat dihindari.

Program Capacity Building ini tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi akan menjadi bagian dari program pembinaan berkala bagi mahasiswa penerima manfaat ITF.

Pembinaan tersebut direncanakan berlangsung secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan penguatan kapasitas, seperti seminar, pelatihan, diskusi akademik, hingga pembinaan karakter.

Dalam pelaksanaannya, kehadiran peserta dalam setiap kegiatan pembinaan juga menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap mahasiswa penerima bantuan.

Abrar menegaskan bahwa komitmen mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pembinaan menjadi salah satu indikator penting dalam mempertahankan status sebagai penerima bantuan.

“Apabila mahasiswa tidak mengikuti kegiatan pembinaan secara berturut-turut tanpa alasan yang jelas, maka tidak menutup kemungkinan bantuan yang diterima dapat ditinjau kembali atau bahkan dicabut” ujar Abrar.

Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk komitmen agar bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh para penerima manfaat.

“Sebaliknya, bagi mahasiswa yang aktif dan secara konsisten mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembinaan, ITF juga membuka peluang untuk mendapatkan dukungan atau bantuan lanjutan di masa yang akan datang. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri serta menunjukkan komitmen dalam mengikuti proses pembinaan yang diselenggarakan oleh ITF” tutup Abrar.

Melalui kegiatan ini, Islamic Trust Fund UIN Ar-Raniry berharap dapat melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta kepedulian sosial terhadap masyarakat.

Kegiatan Capacity Building ITF Ar-Raniry 2026 ini dimoderatori oleh Ari Maulana, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News