Imigrasi Banda Aceh Hadirkan Layanan Pasporia di CFD, Permudah Warga Urus Paspor pada Akhir Pekan

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui berbagai inovasi yang memudahkan masyarakat. Salah satu terobosan yang kini dihadirkan adalah program Pasporia (Paspor Minggu Ceria), yang dilaksanakan di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh, Minggu (14/6/2026).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Bambang Tri Cahyono, mengatakan program tersebut merupakan bentuk layanan jemput bola yang sengaja diselenggarakan sejak pukul 06.30 WIB untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus dokumen perjalanan.

“Kami ingin memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Melalui Pasporia, pelayanan keimigrasian diintegrasikan dengan aktivitas rekreatif warga di akhir pekan,” kata Bambang.

Menurutnya, Pasporia bukan sekadar memindahkan lokasi pelayanan dari kantor ke ruang terbuka. Program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang modern, adaptif, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat bisa berolahraga, menikmati suasana pagi di CFD, sekaligus menyelesaikan urusan paspor mereka secara produktif dalam satu waktu,” jelas Bambang.

Ia menambahkan, layanan tersebut menjadi solusi bagi warga yang memiliki aktivitas padat dan kesulitan meluangkan waktu pada hari kerja untuk mengurus paspor maupun dokumen perjalanan luar negeri lainnya.

Meski dilaksanakan dalam waktu terbatas dan di area terbuka, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Petugas berhasil melayani 13 permohonan paspor yang terdiri atas tujuh permohonan paspor baru dan enam permohonan penggantian atau perpanjangan paspor.

Bambang menilai jumlah tersebut menunjukkan respons positif masyarakat terhadap model pelayanan yang lebih fleksibel dan mudah dijangkau.

Selain memberikan kemudahan akses, layanan Pasporia juga tetap mengedepankan prinsip transparansi, baik terkait persyaratan maupun biaya pelayanan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bawah Direktorat Jenderal Imigrasi.

Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan publik guna menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Serta memenuhi ekspektasi masyarakat akan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan. Imigrasi untuk rakyat,” kata Bambang Tri Cahyono.

Tingginya minat masyarakat terhadap layanan Pasporia juga mendapat perhatian dari jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Imigrasi. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, hadir langsung untuk meninjau pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Kehadiran Kakanwil Imigrasi Aceh tersebut menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia juga berdialog dengan sejumlah pemohon paspor untuk mendengarkan pengalaman, testimoni, serta masukan terkait layanan yang diberikan.

Tato memberikan apresiasi terhadap inovasi pelayanan yang dilakukan Kantor Imigrasi Banda Aceh. Ia juga menekankan pentingnya menjaga standar pelayanan meskipun kegiatan dilaksanakan dalam suasana yang lebih santai di ruang terbuka.

“Konsepnya boleh santai di ruang terbuka, namun SOP, ketelitian dalam verifikasi berkas, dan sikap humanis tidak boleh kendor sedikit pun,” kata Tato Juliadin Hidayawan.

Menurutnya, Pasporia menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi tidak hanya sebatas konsep, tetapi benar-benar diterapkan hingga ke tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Ia mengatakan Pasporia adalah bukti nyata bahwa reformasi birokrasi di tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) berjalan secara nyata, bukan sekadar slogan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img

Read more

Local News