NUKILAN.id | Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi membuka Festival Ramadan Gerakan Menuju EMAS (Ekonomi Masyarakat Aceh Sejahtera) di halaman Masjid Raya Baiturrahman pada Jumat, 21 Maret 2025. Acara ini merupakan inisiatif PT Pegadaian dan akan berlangsung selama tiga hari ke depan.
Amatan Nukilan.id di lokasi, Festival ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti bazar UMKM, pembagian bubur kanji rumbi gratis, workshop santri entrepreneur, serta lomba dai cilik.
Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza menyampaikan apresiasinya terhadap Pegadaian yang telah menginisiasi festival Ramadan dan Gerakan Menuju EMAS yang dianggap sebagai program strategis.
“Sebuah harapan dan doa yang baik yang bertepatan dengan bulan mulia Ramadan 1446 H. Semoga semua yang dicita-citakan lewat gerakan ini hendaknya tercapai seperti apa yang diharapkan.”
Pemko Banda Aceh juga merasa bangga dapat menjadi bagian dari gerakan ini.
“Sejalan dengan visi Kota Kolaborasi, kami siap mendukung dan mengambil peran penting dalam kolaborasi menuju EMAS ini,” ujarnya.
Menurut Illiza, pemerintah kota mendukung inisiatif ini melalui berbagai bentuk partisipasi, seperti kerja sama dalam pelaksanaan pasar murah serta keterlibatan masjid-masjid gampong dalam kegiatan ekonomi syariah.
Ia juga berharap bahwa keberadaan Pegadaian Syariah di Banda Aceh dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam pengelolaan keuangan, pemodalan usaha, dan investasi berbasis syariah.
“Semoga pegadaian syariah dapat terus memberikan pelayanan terbaiknya bagi masyarakat. Dan semoga pula, lewat Gerakan Menuju EMAS ini, taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh akan semakin baik,” ujarnya.
Eka Pebriansyah, Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan PT Pegadaian, menjelaskan bahwa kegiatan serupa juga diadakan di beberapa wilayah di Indonesia. Namun, Banda Aceh menjadi lokasi acara puncak yang terbesar.
“Festival Ramadan Gerakan menuju EMAS ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat soal ekonomi syariah,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, festival ini menghadirkan berbagai agenda menarik, termasuk seminar inklusi keuangan syariah, lomba dai cilik dan tahfiz, santunan yatim dan duafa, serta apresiasi bagi guru santri. Pegadaian juga menyediakan tiga ribu paket sembako murah, menyerahkan bantuan operasional masjid, serta memberikan sembako bagi nasabah dan masyarakat kurang mampu.
“Ini momentum kami untuk bisa masuk dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Eka.
Pembukaan festival ditandai dengan penabuhan bedug oleh Wali Kota Illiza dan Eka Pebriansyah di atas panggung utama. Acara kemudian ditutup dengan tausiah dan doa oleh Ustaz Amri Fatmi, sebelum akhirnya dilanjutkan dengan buka puasa bersama. (XRQ)
Reporter: Akil