Thursday, September 29, 2022

Ikuti SOTK Baru, Pemerintah Aceh Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melantik 14 orang sebagai Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Aceh, Senin (10/1/2022), di Aula Badan Kepegawaian Aceh.

Pelantikan dilakukan untuk menyesuaikan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru berdasarkan Permendagri Nomor 56 Tahun 2019 dan Pergub Nomor 12 Tahun 2021. Dalam instruksi pemerintah pusat itu diminta menyesuaikan jabatan fungsional guna mempercepat dan memperkuat pelayanan birokrasi.

Seremonial pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan Asisten I Pemerintah Aceh Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Dr. M. Jafar, SH. M.Hum atas nama Gubernur Aceh. Pelantikan juga disaksikan Kepala Biro Organisasi Setda Aceh Daniel Arca, Kepala Biro Umum Setda Aceh Akmil Husen, Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh Syakir, Staf Khusus Gubernur Aceh Wiratmadinata serta pejabat Badan Kepegawaian Aceh.

Dalam sambutan gubernur yang dibacakan M. Jafar disebutkan, pelantikan itu sebagai upaya pemantapan mekanisme penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan Pemerintah Aceh, sekaligus mendorong keberhasilan reformasi birokrasi di Aceh.

“Untuk tujuan itulah, kita dituntut senantiasa melakukan berbagai langkah strategis guna mendapatkan sosok aparatur yang qualified, yang mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” kata M. Jafar dalam acara yang berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 itu.

Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Aceh, lanjut M Jafar, bagian dari upaya untuk mendapatkan pejabat yang terbaik di bidangnya.

“Mudah-mudahan harapan itu bisa tercapai, sehingga pembangunan di Aceh berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Pelantikan pejabat pada hari ini juga bukan merupakan sesuatu yang aneh, karena didasari atas berbagai evaluasi yang terus menerus kami lakukan. Oleh karena itu, pergantian pejabat struktural dapat terus saja terjadi,” ujar M Jafar.

Khusus kepada pejabat yang hari ini dilantik juga diingatkan agar terus meningkatkan semangat dan prestasi kerja atas dasar kemampuan yang dimiliki. Mereka diminta terus berupaya untuk penyempurnaan dan perbaikan, sehingga hasil kerja yang diperoleh lebih maksimal.

“Jagalah diri agar tidak terjebak dalam sebuah situasi yang dapat merugikan Pemerintah Aceh, yang secara psikologis akan berpengaruh terhadap kurang baiknya pencapaian kinerja Saudara,” kata M Jafar.

Lebih lanjut, dalam sambutan gubernur itu juga disebutkan, penunjukan pejabat tersebut telah didasari pada kemampuan dan kapasitas yang dimiliki, disamping telah terpenuhinya kriteria kompetensi, profesionalisme dan integritas terhadap tugas yang dijalankan selama ini.

Penempatan para pejabat dalam jabatan tersebut juga dikatakan sudah melalui pencermatan mendalam oleh Badan pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Dengan pemenuhan kriteria tersebut, para pejabat yang dilantik diharapkan dapat melakukan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat Aceh. Mereka juga diminta terus berupaya meningkatkan prestasi dan kinerja, guna menjalankan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya percaya, dengan kemampuan yang dimiliki, tidak sulit bagi Saudara-Saudara untuk menjalankan tugas, mengemban amanah dan tanggungjawab yang diberikan ini. Meski demikian, kinerja Saudara-Saudara tetap akan dipantau dan dievaluasi secara periodik,” sebut M Jafar.

Selain itu, para pejabat yang dilantik juga diminta segera melakukan serah terima jabatan dengan pejabat lama, serta menyiapkan Buku Kerja untuk dipresentasikan. Selanjutnya mereka juga diminta fokus bekerja, termasuk dalam penanganan COVID-19 yang saat ini masih terjadi di Aceh dengan terus mengkampanyekan gerakan disiplin protokol kesehatan, baik itu di lingkungan kerja dan lingkungan tempat tinggal. Selain itu juga agar menerapkan protokol pemeriksaan tamu dan karyawan kantor dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi.

“Kemudian yang tidak kalah pentingnya, saya minta perhatian Saudara untuk memastikan kesinambungan pelaksanaan program BEREH (Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau) di instansi masing-masing. Demikian pula halnya dengan kegiatan donor darah dan zikir pagi. Apa yang sudah berjalan selama ini, agar bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ujar M Jafar. []

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img