NUKILAN.id | Banda Aceh — Langit Aceh akan dihiasi fenomena astronomi langka malam ini, Selasa, 3 Maret 2026, berupa gerhana bulan total yang bertepatan dengan purnama Maret atau dikenal sebagai Worm Moon. Peristiwa ini dapat disaksikan secara langsung oleh seluruh masyarakat Aceh mulai setelah Magrib hingga sesaat setelah waktu Isya.
Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Dr. Alfirdaus Putra, S.H.I., M.H., menjelaskan bahwa gerhana bulan total terjadi ketika bulan melewati bayangan inti bumi atau umbra secara penuh, dengan bumi berada tepat di antara matahari dan bulan.
“Selama fenomena ini berlangsung, bulan tampak meredup bahkan berubah warna menjadi merah tembaga, sehingga disebut blood moon,” ujar Alfirdaus dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan.
Berdasarkan perhitungan Tim Falakiyah, gerhana dimulai sejak sore hari dengan fase penumbra pada pukul 15.44 WIB, diikuti gerhana sebagian pada pukul 16.50 WIB.
Kemudian, gerhana total berwarna merah mulai berlangsung pada pukul 18.04 WIB dan berlangsung selama 58 menit hingga pukul 19.02 WIB, sebelum kembali memasuki fase gerhana sebagian yang berakhir pada pukul 20.17 WIB.
Alfirdaus menambahkan, meski gerhana telah dimulai sebelum matahari terbenam, masyarakat Aceh baru dapat menyaksikannya setelah Magrib ketika bulan mulai terbit di horizon timur dalam kondisi sudah berwarna merah.
“Bulan akan terbit dari arah timur dalam keadaan berwarna merah, kemudian piringannya akan berangsur-angsur gelap pertanda gerhana sebagian terjadi. Pada pukul 20.17 WIB, bulan akan kembali berwarna putih sebagaimana purnama biasa, pertanda gerhana telah selesai,” jelasnya.
Untuk dapat menyaksikan gerhana, ia menyarankan masyarakat cukup mencari lokasi dengan pandangan luas ke arah timur.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh, Drs. Azhari, M.Si., mengimbau masyarakat agar tidak mengaitkan fenomena gerhana dengan pertanda buruk, musibah, atau kematian. Terlebih, gerhana kali ini terjadi di pertengahan Ramadan 1447 H, tepatnya pada malam 14 Ramadan yang berada di fase maghfirah.
“Gerhana bulan merupakan fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah,” katanya.
Azhari juga menganjurkan masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini dengan melaksanakan salat sunah khusuf, yang dapat dikerjakan sejak awal Magrib hingga gerhana sebagian berakhir pada pukul 20.17 WIB.
Reporter: Rezi













