NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kontroversi pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) terus bergulir. Forum yang sebelumnya dinyatakan resmi dipending itu diduga kembali dilanjutkan tanpa sepengetahuan Ketua Panitia serta tanpa melibatkan wilayah Kluet Raya sebagai bagian representatif dari Aceh Selatan.
Delegasi Mubes HAMAS dari Kluet Utara, Muksan, mengecam keras langkah tersebut. Ia menilai pelaksanaan forum lanjutan itu sebagai pelanggaran serius terhadap konstitusi organisasi dan bertentangan dengan prinsip demokrasi mahasiswa.
“Forum sudah jelas dipending. Secara aturan, kelanjutannya harus melalui pemberitahuan resmi dan koordinasi panitia. Namun ini justru dilanjutkan tanpa sepengetahuan Ketua Panitia. Ini bukan kelalaian, ini pembangkangan terhadap mekanisme organisasi,” tegas Muksan.
Menurutnya, persoalan tidak hanya terletak pada prosedur forum, tetapi juga pada tidak dilibatkannya wilayah Kluet Raya dalam forum lanjutan tersebut. Padahal, wilayah itu merupakan bagian sah dari Aceh Selatan yang memiliki hak representasi dalam Mubes HAMAS.
“Bagaimana mungkin mengatasnamakan mahasiswa Aceh Selatan, tetapi Kluet Raya tidak dilibatkan? Ini jelas mencederai asas keterwakilan dan menunjukkan forum berjalan secara sepihak,” tambahnya.
Muksan menjelaskan, sebagai forum tertinggi organisasi, Mubes seharusnya memenuhi sejumlah syarat keabsahan, di antaranya adanya undangan resmi, koordinasi dengan panitia pelaksana, serta keterlibatan seluruh wilayah yang menjadi bagian organisasi. Jika unsur-unsur tersebut diabaikan, maka forum dinilai cacat secara prosedural dan kehilangan legitimasi organisatoris.
Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang dihasilkan dari forum tersebut tidak dapat diakui serta tidak merepresentasikan mahasiswa Aceh Selatan secara menyeluruh.
“Jangan jadikan organisasi mahasiswa sebagai alat kepentingan kelompok tertentu. Jika forum dijalankan secara sembunyi-sembunyi dan tanpa melibatkan seluruh wilayah, maka itu bukan Mubes, melainkan forum sepihak yang tidak sah,” tutup Muksan.


