NUKILAN.id | Banda Aceh — Dinas Perhubungan Aceh bersama Capella Honda dan PT Jasa Raharja Cabang Aceh menggelar edukasi keselamatan lalu lintas untuk pelajar di Banda Aceh, Jumat (29/11/2024). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan di jalan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Aceh, Deddy Lesmana, menegaskan pentingnya acara ini untuk membangun kesadaran sejak dini. Ia berharap para peserta dapat menerapkan materi yang disampaikan, terutama terkait kepatuhan terhadap aturan seperti melengkapi dokumen berkendara.
“Mematuhi peraturan lalu lintas, memiliki SIM, dan selalu waspada di jalan adalah kunci keselamatan. Kami ingin materi ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Deddy.
Sebanyak 40 pelajar SMA/SMK berpartisipasi dalam kegiatan ini, melanjutkan program serupa, Safety Riding, yang digelar awal pekan lalu.
Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Cabang Aceh, Lumalo Marajuang Harahap, turut menjadi pemateri. Ia menyampaikan materi dengan cara interaktif, membuat peserta lebih mudah memahami konsep keselamatan lalu lintas.
Lumalo juga menjelaskan peran Jasa Raharja dalam memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas.
“Santunan ini berasal dari biaya yang dibayarkan saat menggunakan angkutan umum, bukan iuran bulanan,” katanya.
Selain itu, Lumalo memberikan tips sederhana kepada pelajar yang sering menggunakan angkutan umum. Ia mengingatkan pentingnya memeriksa kelayakan kendaraan, masa aktif STNK, serta sertifikasi uji KIR.
Kegiatan ini juga melibatkan pelajar dari Komunitas Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, binaan Dinas Perhubungan Aceh. Mereka memaparkan materi tentang “blind spot” atau titik buta kendaraan yang menjadi salah satu penyebab kecelakaan.
Para pelajar menjelaskan berbagai jenis blind spot, termasuk di bagian depan, samping, dan belakang kendaraan. Mereka memberikan tips praktis untuk mengurangi risiko, seperti mengatur posisi kaca spion dengan benar dan memanfaatkan teknologi pemantau blind spot.
“Kami ingin generasi muda lebih peduli terhadap keselamatan di jalan. Waspada terhadap blind spot adalah langkah kecil yang bisa menyelamatkan nyawa,” ujar salah satu anggota komunitas.
Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya keselamatan lalu lintas di kalangan pelajar. Dengan meningkatnya kesadaran, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.
Editor: Akil