DLHK Aceh Peringati Hari Bakti Rimbawan ke-43, Tekankan Kerja Ikhlas dan Tata Kelola Berkualitas

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jajaran rimbawan di Provinsi Aceh menggelar upacara peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-43 pada Senin (16/3/2026). Upacara yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DLHK Aceh, Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Kerja Ikhlas, Tata Kelola Berkualitas: Rimbawan Membangun Kehidupan Berkelanjutan.” Momentum tersebut terasa semakin bermakna karena berlangsung di bulan suci Ramadan yang sarat dengan nilai keikhlasan dan pengendalian diri, termasuk dalam menjaga kelestarian hutan.

Upacara tersebut dihadiri seluruh aparatur sipil negara (ASN) DLHK Aceh serta perwakilan sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan di Aceh. Di antaranya Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera, serta Balai Perhutanan Sosial Medan (BPS Medan).

Dalam upacara tersebut, Vebriyandri S. Abbas dari BBTNGL bertindak sebagai komandan upacara. Sementara pengibar bendera Merah Putih terdiri dari M. Ravie P. Asnawi dari BBTNGL, Furkhan dari BKSDA, dan Ellysa dari BBTNGL. Kegiatan dipandu oleh Rahmati, S.Ag dari DLHK Aceh sebagai pembawa acara.

Pada kesempatan itu, amanat Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Ph.D. dibacakan oleh inspektur upacara. Dalam amanat tersebut ditekankan pentingnya modernisasi tata kelola kehutanan melalui pendekatan DSS yang meliputi Digitalisasi, Sinergi, dan Simplifikasi.

Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya layanan kehutanan yang lebih transparan, akuntabel, serta berbasis teknologi.

“Menjaga hutan adalah ibadah. Sebagaimana puasa melatih kita menahan diri, menjaga hutan juga mengajarkan kita untuk tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan,” ujar Dr. A. Hanan saat membacakan sambutan Menteri.

Hari Bakti Rimbawan yang diperingati setiap 16 Maret merujuk pada berdirinya Departemen Kehutanan pada tahun 1983. Peringatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi para rimbawan yang berada di garis depan dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.

Setelah upacara, rangkaian kegiatan peringatan Hari Bakti Rimbawan di Aceh akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Di antaranya aksi donor darah, perlombaan olahraga dan seni antarpegawai, serta sejumlah kegiatan bakti lingkungan lainnya.

Melalui semangat peringatan tersebut, para rimbawan di Aceh berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menjaga kelestarian hutan demi mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News