Wednesday, October 5, 2022

Dampak Tsunami Aceh Terhadap Perdamaian Masyarakat Aceh

Nama penulis : M.aditia Rizki
Berasal dari prodi : Ilmu Administrasi Negara
Fakultas : Fisip
Universitas : Uin Arraniry
Semester : 4 ( Empat )

Tsunami adalah gelombang laut yang sangat besar, yang diakibatkan oleh gempa bumi yang sangat kuat dan sumber gempanya berada di dasar laut, dengan kedalaman pusat gempa kurang dari 30 km.Pemicu utama Tsunami adalah pergerakan vertical dari permukaan dasar laut. Karena itu, mayoritas Tsunami berkaitan dengan gempa bumi disekitar daerah penunjang lempeng. Namun Tsunami dapat juga disebabkan oleh longsoran bawah laut, letusan gunung api bawah laut, bahkan meteor yang jatuh ke bumi.

Aceh adalah salah satu provinsi di indonesia yang mengalami bencana tsunami terbesar di asia tenggara dan terbesar di indonesia . Yang memakan korban 236 juta jiwa lebih Atau Ratusan ribu orang tewas dan luka-luka akibat tsunami yang menerjang Aceh pada akhir 2004 silam.

M.Aditka rizki mahasiswa ilmu administrasi negara uin arraniry berkata Mereka bukan korban sia-sia, kita yang ditinggalnya mendapat dua pelajaran
berharga bagi masa depan bersama, solidaritas sosial dan indahnya
perdamaian.

Pertama adalah solidaritas sosial nasional, bahkan internasional. Sejak berita dampak maut tsunami tersebar luas melalui siaran televisi, spontanitas warga Indonesia dari berbagai penjuru Nusantara dan dunia untuk membantu para korban pun tercipta.

Berbagai kelompok masyarakat dan mahasiswa langsung menggalang dompet amal. Ada yang membuka rekening bank untuk dana bantuan dan mengumumkannya di media massa atau spanduk-spanduk, ada pula yang berkeliling menyodorkan kardus untuk wadah uang dari rumah ke rumah serta dari kendaraan ke kendaraan di setiap perempatan jalan.

Hebatnya lagi bukan warga Indonesia yang berbuat demikian. Solidaritas dari warga negara-negara sahabat berdatangan sejak hari pertama tsunami terjadi. Tim SAR, evakuasi, kontruksi dan donasi tidak henti-henti mengalir bahkan hingga berbulan-bulan kemudian.

Pelajaran berharga yang kedua adalah kebesaran hati mengalahkan semua kepentingan sepihak demi tujuan bersama yang lebih besar. Ini telah ditujukkan pimpinan RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sehingga bisa disepakati perjanjian Helsinski yang merupakan sejarah besar.

Harus diingat bahwa tsunami terjadi saat Aceh masih dalam status daerah konflik. Selama puluhan tahun GAM melakukan kampanye bersenjata untuk memisahkan Aceh dari NKRI. Ribuan Pasukan TNI diterjunkan ke pelosok-pelosok Aceh untuk memadamkannya. Korban nyawa dari pihak GAM dan RI tidak terhitung jumlahnya.

Padahal operasi tanggap darurat bagi korban tsunami dan rehabilitasi pasca bencana membutuhkan keamanan. Tidak mungkin ada tindakan kemanusian bila terjadi serangan bersenjata. Tidak mungkin pula korban tsunami yang bisa jadi adalah simpatisan GAM tidak diberi pertolongan.

Melalui perundingan yang panjang dan alot, akhirnya dua pihak sepakat menghentikan konfik. Tanpa ada kesamaan niat tulus dan visi antara GAM dengan Pemerintah RI membangun Aceh yang jauh lebih sejahtera, tidak mungkin kepakatan damai itu tercapai.

Harapanya dengan Kesepakatan damai yang mendatangkan kebahagian baru bagi warga Aceh ini jangan sampai hanya sampai di situ. Tanpa menunggung terjadi bencana alam, pola pendekatan yang sama bisa digunakan untuk mengatasi gerakan separatis di Papua. Dua pihak mau mundur selangkah dan berhenti untuk kemudian bersama-sama maju hargandangan tangan dalam NKRI.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img