Tuesday, June 25, 2024

Daftar Cawagub ke PA, Prof Marniati Janji Perjuangkan Hak Perempuan dan Anak

NUKILAN.id | Banda Aceh – Prof. Adjunct Dr. Marniati, M.Kes, mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil gubernur (Cawagub) Aceh melalui Partai Aceh. Penyerahan berkas pendafatar tersebut dilakukan di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh, Banda Aceh,  pada Senin (20/5/2024) malam. 

Prof. Marniati yang juga sebagai Rektor Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) menyampaikan tekadnya untuk memajukan Aceh ke arah yang lebih baik.

“Tujuan saya maju sebagai Wakil Gubernur Aceh adalah karena niat baik kita untuk memajukan Aceh ke depan. Kita punya mimpi yang sama untuk melihat Aceh yang lebih maju, adil, dan makmur bagi seluruh rakyat Aceh,” tuturnya dengan penuh semangat.

Prof. Marniati memiliki pengalaman luas di berbagai bidang, seperti perhotelan, rumah sakit, ekspor impor, dan industri panel tenaga surya. Pengalaman tersebut menjadi modal kuat  untuk berkontribusi dalam pembangunan Aceh.

Sebagai seorang akademisi, Prof. Marniati menekankan pentingnya riset dan kajian akademik untuk memahami dan mencari solusi atas berbagai permasalahan di Aceh, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

Sebagai tokoh perempuan yang aktif dalam berbagai organisasi, Prof. Marniati berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak, termasuk dalam mengatasi isu pelecehan seksual.

“Saya yakin dengan pengalaman dan komitmen saya, bersama Partai Aceh, kita dapat mewujudkan mimpi Aceh yang maju, adil, dan makmur,” ujar Prof. Marniati.

Setelah melengkapi seluruh berkas pendaftaran yang ditetapkan oleh Partai Aceh, Prof. Marniati berharap dapat terpilih sebagai calon Wakil Gubernur Aceh. “Mewujudkan mimpi itu tentu mesti ada ruang, kendaraan, baru kita boleh maju sebagai calon yang terpilih,” pungkasnya.

Sementara itu, Juru Bicara DPP Partai Aceh, Nurzahri, menyampaikan bahwa Prof. Marniati merupakan perempuan luar biasa yang memiliki kiprah luar biasa di Aceh, nasional, dan internasional.

“Partai Aceh memiliki konsep terbuka yang memberikan kesempatan bagi tokoh perempuan untuk berpartisipasi dalam proses politik,” ujar Nurzahri.

Ia menjelaskan bahwa selama ini masih sedikit sosok perempuan di Aceh yang terjun ke dunia politik, terutama di kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Mungkin dengan latar belakang masyarakat Aceh yang bernuansa Syariah, sehingga masih sangat sedikit sosok perempuan yang berkiprah di dalam dunia politik,” lanjutnya.

Hingga malam pendaftaran ditutup, tercatat ada tujuh orang yang mendaftar sebagai calon kepala daerah ke Partai Aceh, termasuk empat dari pimpinan partai politik, satu dari internal, dan dua dari akademisi.

Reporter: Rezi

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img