Thursday, May 30, 2024

CEO Save Education Aceh Mendorong Penyesuaian Kurikulum Kejuruan untuk Tingkatkan Kreativitas Siswa

Nukilan.id – Pendidikan kejuruan memiliki peran penting dalam menghasilkan tenaga kerja yang siap untuk memasuki dunia industri. Namun, dalam mengakomodasi kebutuhan siswa dan industri, kurikulum kejuruan perlu memperhatikan kemampuan kreativitas tinggi.

Terkait hal tersebut, CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah mengatakan, kemampuan ini sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan dan perubahan di lingkungan kerja yang semakin kompleks.

Oleh karena itu, setting pengelolaan pelayanan crusial dalam mengakomodasi kemampuan kreativitas tinggi siswa harus menjadi elemen dalam kurikulum pendidikan kejuruan.

Lanjut Aishah, kebutuhan kemampuan kreativitas tinggi dalam kejuruan industri modern semakin menuntut kemampuan kreativitas tinggi dari para tenaga kerja. Di tengah persaingan global dan perkembangan teknologi yang cepat, karyawan yang memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif, menemukan solusi inovatif, dan beradaptasi dengan perubahan menjadi aset berharga bagi perusahaan.

“Pendidikan kejuruan harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah yang kompleks di lingkungan kerja,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Kamis (4/1/2024).

Ia juga menyampaikan,tantangan kurikulum kejuruan dalam mengakomodasi kemampuan kreativitas tinggi kurikulum kejuruan, sering kali cenderung menekankan pada pengajaran keterampilan teknis yang spesifik untuk suatu industri tertentu.

Hal ini dapat mengabaikan pengembangan kemampuan kreativitas siswa. Lebih lanjut, pendekatan pengajaran yang terlalu terfokus pada teori dan praktik yang kaku dan dapat menghambat perkembangan kreativitas siswa.

Maka dari itu kata Aishah, perlu adanya penyesuaian dalam kurikulum kejuruan untuk memfasilitasi pengembangan kemampuan kreativitas tinggi siswa. Untuk mengatasi tantangan tersebut, perguruan tinggi kejuruan perlu memperbarui kurikulum mereka dengan memasukkan elemen-elemen yang mendorong perkembangan kreativitas.

Hal ini dapat dilakukan melalui pengenalan mata pelajaran yang memungkinkan siswa untuk bereksperimen, memecahkan masalah, dan berkolaborasi dalam menyelesaikan proyek-proyek kreatif.

Selain itu, pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa, seperti pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka.

Secara keseluruhan, pengakuan akan pentingnya kemampuan kreativitas tinggi dalam pendidikan kejuruan harus lebih ditampilkan dalam pengembangan kurikulum.Perguruan tinggi kejuruan harus memprioritaskan integrasi antara keterampilan teknis dan pengembangan kreativitas siswa.

“Dengan demikian, mereka dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu berinovasi, menemukan solusi baru, dan beradaptasi dengan perubahan di dunia kerja,” ujarnya lagi.

Baru-baru ini, ia menghadiri sebuah pameran yang diadakan di Sekolah Kejuruan Tinggi di UPI. Melalui pengamatannya, ia semakin yakin akan pentingnya mengintegrasikan seluruh aspek yang akan memengaruhi masa depan siswa dalam kurikulum pendidikan kejuruan.

Artinya, ia lebih dari sekadar menyediakan keterampilan teknis, namun pentingnya untuk memberikan ruang sebesar-besarnya bagi pengembangan kreativitas pada siswa.

Ia juga menambahkan, pendidikan kejuruan tidak hanya berfokus pada penyampaian keterampilan teknis yang diperlukan di dunia kerja saja, tetapi juga memperhatikan pengembangan aspek kreatif siswa.

Melalui pengamatannya, ia juga menyadari bahwa siswa perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas mereka karena mereka akan menghadapi kehidupan yang sebenarnya di dunia kerja yang terus berubah.

Tidak hanya itu, pengembangan kreativitas pada siswa juga akan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan mereka. Dengan memberikan ruang bagi creativity development, maka siswa dapat belajar untuk berpikir di luar batasan, menemukan solusi inovatif, dan bereksperimen dengan gagasan-gagasan baru.

Hal ini akan membekali mereka dengan keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan di dunia kerja yang terus berkembang. Pengembangan kreativitas juga akan membantu siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang tidak terduga di masa depan.

Dengan memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dan adaptif, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin terjadi di lingkungan kerja yang dinamis.

Langkah-langkah konkret seperti peningkatan kerja sama dengan industri untuk memahami kebutuhan tenaga kerja masa depan, memperbarui kurikulum dengan menambahkan mata pelajaran yang mendorong kreativitas serta melibatkan siswa dalam proyek-proyek praktis yang mendorong pemecahan masalah kreatif dapat menjadi langkah awal yang efektif.

“Dengan demikian, perguruan tinggi kejuruan akan dapat memainkan peran yang lebih efektif dalam mempersiapkan siswa untuk menjadi tenaga kerja yang inovatif dan adaptif yang dibutuhkan oleh industri saat ini dan masa depan,” tambahnya lagi.

“Pameran yang diadakan oleh Sekolah Kejuruan Tinggi di UPI diharapkan ada perubahan ke depannya untuk Aceh itu sendiri, mahasiswa kejuruan terus diarahkan untuk mengembangkan potensi potensial mereka agar nantinya bisa bertahan, berkembang, dan berdikari sendiri dengan menciptakan peluang pasar sendiri,” pungkasnya. [Auliana Rizky]

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img