Calon Rektor USK Ditetapkan, Mahasiswa Titip Harapan Perbaikan Layanan

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Syiah Kuala (USK) pada Senin (12/1/2026) menetapkan tiga besar calon rektor USK, yakni Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, Prof. Dr. Ir. Marwan, dan Prof. Dr. Mirza Tabrani. Penetapan ini menjadi tonggak penting dalam rangkaian pemilihan rektor USK periode berikutnya.

Keputusan tersebut sekaligus menjadi dasar bagi panitia untuk melanjutkan proses seleksi menuju tahap akhir penetapan rektor terpilih. Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) USK, Prof. Dr. Rusli Yusuf, M.Pd., memastikan seluruh tahapan penjaringan telah dilaksanakan sesuai dengan tata kerja yang ditetapkan MWA.

Ia juga menyampaikan bahwa agenda pemilihan rektor USK dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026, sebagaimana telah ditetapkan dalam kalender kerja panitia pemilihan.

Menanggapi perkembangan tersebut, Nukilan.id pada Sabtu (17/1/2026) mewawancarai sejumlah mahasiswa untuk meminta pandangan mereka terkait sosok ideal yang diharapkan memimpin USK ke depan. Mahasiswa menilai, siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu menjawab persoalan-persoalan mendasar yang selama ini dirasakan langsung di lingkungan kampus.

Salah seorang mahasiswa, Teuku Ridwansyah, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP USK, menyoroti isu layanan akademik sebagai persoalan yang paling sering dirasakan mahasiswa dan perlu menjadi perhatian utama rektor terpilih.

“Mulai dari sistem administrasi yang masih berbelit, fasilitas pembelajaran yang belum merata, hingga dukungan terhadap kegiatan akademik dan nonakademik mahasiswa,”

Menurut Ridwansyah, persoalan tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat dengan kebijakan dan tata kelola kampus secara keseluruhan. Ia menilai, ketimpangan layanan dan fasilitas dapat berdampak langsung pada kualitas proses belajar serta kenyamanan mahasiswa dalam menjalani aktivitas akademik.

“Selain itu, isu biaya pendidikan, transparansi penggunaan dana, serta peluang pengembangan karier dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja juga menjadi keresahan yang nyata di kalangan mahasiswa,” katanya.

Lebih lanjut, Ridwansyah juga mengungkapkan harapan mahasiswa terhadap komitmen yang perlu disampaikan calon rektor sebelum mereka resmi terpilih. Baginya, mahasiswa ingin mendengar komitmen yang bersifat mendasar dan menyentuh esensi pendidikan tinggi.

“Mahasiswa berharap adanya komitmen nyata untuk membuka ruang aspirasi, meningkatkan kualitas layanan kampus, serta menciptakan iklim akademik yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada masa depan,” pungkasnya.

Komitmen tersebut, kata Ridwansyah, diharapkan tidak berhenti sebatas janji politik menjelang pemilihan, melainkan diwujudkan secara konsisten melalui kebijakan yang konkret dan dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa dalam kehidupan kampus sehari-hari. Dengan demikian, kepemimpinan rektor USK ke depan benar-benar hadir sebagai penggerak perubahan, bukan sekadar simbol administratif. (XRQ)

Reporter: Akil

Read more

Local News