Bupati Aceh Utara Desak Pusat Percepat Pemulihan 18.000 Hektare Sawah Rusak Pascabanjir

Share

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, SE., MM., yang akrab disapa Ayah Wa, meminta Pemerintah Pusat segera memperbaiki sekitar 18.000 hektare lahan sawah yang rusak akibat banjir besar pada akhir November 2025.

Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) penggunaan tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) pascabencana di Provinsi Aceh yang berlangsung di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, beberapa hari lalu.

Dalam forum tersebut, Ayah Wa menekankan pentingnya percepatan pemulihan sektor pertanian agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti semula, terutama para petani yang terdampak langsung.

“Supaya masyarakat kami dapat kembali turun sawah seperti sediakala. Kemudian kami butuh jembatan kami butuh 27 unit. Selain itu, 10.000 lahan tambak masyarakat dan 500 unit bot masyarakat yang kehilangan mohon kiranya pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar memberi perhatian,” jelas Ayah Wa.

Selain kerusakan sawah, ia juga mengungkap sejumlah kebutuhan mendesak lainnya, seperti perbaikan jembatan, bendungan, jalan, hingga infrastruktur irigasi yang rusak akibat bencana.

Ia menyebutkan, terdapat dua bendungan yang jebol serta berbagai fasilitas umum lain yang turut terdampak dan membutuhkan penanganan segera.

Dalam kesempatan itu, Ayah Wa juga menyoroti distribusi TKD yang dinilainya belum sepenuhnya mencerminkan kondisi daerah terdampak.

“Di Aceh Utara yang terdampak sebanyak 696 desa. Tetapi kalau kita lihat TKD di tabel ini, yang terdapat bukan yang terdampak. (Justru) yang tidak terdampak yang dapat. Jadi untuk apa kami diundang, mungkin untuk dapat ya,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Inspektur Aceh, jajaran pemerintah daerah dari sembilan kabupaten/kota terdampak, serta SKPA terkait yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengawasan penggunaan TKD pascabencana.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News