NUKILAN.ID | IDI RAYEUK — Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyatakan sebanyak 124 unit hunian sementara (huntara) bagi korban bencana hidrometeorologi telah selesai dibangun dan saat ini sudah ditempati warga.
“Sebanyak 124 unit huntara selesai dibangun dan sudah ditempati. Sedang 732 unit lainnya masih dalam proses pembangunan,” kata Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky saat dihubungi dari Banda Aceh, Senin (26/1).
Bupati menjelaskan, dari 732 unit huntara yang masih dalam tahap pembangunan, 410 unit di antaranya telah mencapai progres lebih dari 50 persen. Sementara 322 unit lainnya masih berada di bawah 50 persen penyelesaian.
Menurut Iskandar, total huntara yang saat ini sedang dibangun di Aceh Timur berjumlah 856 unit, yang terdiri atas 744 unit huntara insitu atau dibangun di lokasi rumah warga yang rusak, serta 112 unit huntara komunal yang dibangun di satu kawasan terpusat.
Dari 124 unit huntara yang telah rampung, sebanyak 102 unit merupakan huntara komunal dan 22 unit huntara insitu. Huntara insitu tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Madat (tujuh unit), Pante Bidari (tiga unit), dan Peureulak Barat (12 unit).
Sementara itu, huntara komunal tersebar di Kecamatan Julok sebanyak 10 unit, Simpang Ulim 63 unit, Idi Rayeuk 24 unit, serta Pante Bidari lima unit. Huntara komunal tersebut dibangun oleh BUMN Adhi Karya dan Hutama Karya serta BNPB.
“Sedangkan huntara komunal tersebar di Kecamatan Julok sebanyak 10 unit, Simpang Ulim 63 unit, Idi Rayeuk 24 unit, serta Pante Bidari lima unit. Huntara komunal tersebut dibangun BUMN Adhi Karya dan Hutama Karya serta BNPB,” katanya.
Iskandar menambahkan, secara keseluruhan kebutuhan huntara di Kabupaten Aceh Timur mencapai 3.413 unit, yang terdiri atas 2.592 unit huntara insitu dan 821 unit huntara komunal.
Adapun huntara yang belum memasuki tahap pembangunan masih berjumlah 2.557 unit, terdiri dari 1.848 unit huntara insitu dan 709 unit huntara komunal yang tersebar di 10 kecamatan terdampak bencana.
“Huntara yang belum dibangun tersebut tersebar di 10 kecamatan terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur. Kami berharap pembangunan huntara ini segera dilakukan, sehingga korban bencana hidrometeorologi mendapatkan tempat tinggal layak,” kata Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky.

