NUKILAN.id | Meulaboh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan atau kebun guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan ini disampaikan mengingat cuaca terik dan tingkat kelembapan udara yang tinggi di wilayah tersebut.
“Imbauan ini kami sampaikan agar masyarakat dapat terhindar dari potensi terjadinya kebakaran lahan, mengingat sepanjang siang cuaca sangat terik dengan kelembapan udara yang sangat tinggi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, Sabtu (1/3/2025).
Menurutnya, selain berisiko menyebabkan kebakaran, membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar dapat memperburuk kualitas udara dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Hingga saat ini, pihak BPBD mencatat ada 22 titik lokasi di Aceh Barat yang masih tergolong rawan karhutla.
Sejumlah kecamatan yang masuk dalam kategori rawan kebakaran hutan dan lahan antara lain Kecamatan Woyla Timur, Woyla Barat, Woyla, Arongan Lambalek, Bubon, Pante Ceureumen, Kaway XVI, Meureubo, Johan Pahlawan, dan Samatiga.
Dari data yang dirilis Stasiun BMKG Meulaboh, wilayah pantai barat Aceh saat ini mengalami kondisi hidrometeorologi yang mengarah pada kekeringan ekstrem, terutama pada siang hari. Situasi ini semakin meningkatkan risiko karhutla, terutama di lahan gambut yang mudah terbakar.
BPBD Aceh Barat pun meminta warga di wilayah dengan lahan gambut atau area rawan kebakaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Upaya pencegahan ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana dan melindungi ekosistem setempat dari dampak buruk kebakaran hutan dan lahan.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla dan pentingnya menerapkan metode yang lebih ramah lingkungan dalam mengelola lahan pertanian. Dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan potensi kebakaran lahan di Aceh Barat dapat diminimalisir.
Editor: Akil