NUKILAN.ID | JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru dampak bencana alam yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dihimpun Nukilan.id berdasarkan laporan Pusat Informasi dan Media Center Komdigi, data tersebut dihimpun dari posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi per Selasa (6/1/2026) pukul 17.00 WIB.
Di Provinsi Aceh, bencana yang terjadi di 18 kabupaten/kota mengakibatkan 543 orang meninggal dunia, 31 orang dinyatakan hilang, serta 217,8 ribu orang mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur tercatat cukup masif, meliputi 631 rumah ibadah, 141 fasilitas kesehatan, 1.312 fasilitas pendidikan, 776 jembatan, 2.060 ruas jalan, serta 144.865 unit rumah warga yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, bencana yang berdampak pada 18 kabupaten/kota menyebabkan 371 orang meninggal dunia dan 43 orang dilaporkan hilang. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 13,5 ribu jiwa. Kerusakan fasilitas umum di wilayah ini meliputi 22 rumah ibadah, 67 fasilitas kesehatan, 1.217 fasilitas pendidikan, 776 jembatan, 2.060 ruas jalan, serta 17.589 rumah warga.
Adapun di Provinsi Sumatera Barat, BNPB mencatat dampak bencana di 16 kabupaten/kota dengan korban meninggal dunia sebanyak 264 orang dan 74 orang dinyatakan hilang. Jumlah pengungsi mencapai 10,8 ribu jiwa. Kerusakan infrastruktur meliputi 150 rumah ibadah, 7 fasilitas kesehatan, 659 fasilitas pendidikan, 776 jembatan, 2.060 ruas jalan, serta 12.672 rumah warga.
Secara keseluruhan, BNPB mencatat total dampak bencana di tiga provinsi tersebut terjadi di 52 kabupaten/kota. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.178 jiwa, korban hilang 148 jiwa, dan jumlah pengungsi sebanyak 242.174 jiwa.
Untuk kerusakan fasilitas umum, tercatat 803 rumah ibadah, 215 fasilitas kesehatan, 3.188 fasilitas pendidikan, 776 jembatan, dan 2.060 ruas jalan mengalami kerusakan. Sementara itu, total rumah terdampak mencapai 175.126 unit, dengan rincian 53.432 rumah rusak berat, 45.106 rusak sedang, dan 76.588 rusak ringan.
BNPB menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan perkembangan kondisi di lapangan serta proses pendataan yang terus berlangsung. (Xrq)
Reporter: Akil

