NUKILAN.ID | JAKARTA — Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA Aceh) melakukan evaluasi terhadap upaya mitigasi konflik satwa liar setelah terjadi interaksi negatif antara manusia dan gajah sumatra yang menewaskan seorang warga. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
Korban bernama Musahar (53) meninggal dunia setelah mengalami luka berat yang diduga akibat injakan gajah liar. Ia sempat mendapatkan perawatan di RSU Bireuen Medical Center (BMC), namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh, Teuku Irmansyah, menyampaikan bahwa tim telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban sekaligus melakukan kajian ulang terhadap efektivitas sistem mitigasi konflik di wilayah tersebut.
“Sejumlah fasilitas penghalau seperti pagar listrik (power fencing) ditemukan dalam kondisi rusak atau tidak terawat. Ini akan menjadi fokus evaluasi kami bersama para pihak,” ujar Irmansyah, Minggu, 22 Februari 2026.
Menurutnya, selain kerusakan sarana mitigasi, perubahan jalur pergerakan gajah juga diduga dipicu oleh faktor bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor yang mengubah kondisi bentang alam habitat satwa.
Informasi yang dihimpun petugas menyebutkan, kejadian bermula ketika korban mengikuti jejak gajah liar di sekitar pondok kebunnya yang berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman warga. Tak lama kemudian terdengar suara raungan gajah dari arah lokasi korban berada.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi tergeletak dengan luka serius pada bagian dada dan rahang.
BKSDA Aceh mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penghalauan satwa liar secara mandiri dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan gajah di sekitar kawasan permukiman.
“Penanganan konflik harus dilakukan sesuai prosedur keselamatan agar risiko korban jiwa dapat ditekan. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem mitigasi konflik satwa liar di wilayah Bener Meriah,” ucapnya.



