Bencana Banjir dan Longsor di Aceh Tewaskan 561 Orang, Lebih dari 91 Ribu Warga Mengungsi

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh sejak 26 November 2025 telah menimbulkan dampak serius di 18 kabupaten/kota. Hingga 20 Januari 2026, tercatat 561 orang meninggal dunia, ribuan lainnya luka-luka, dan puluhan orang masih dinyatakan hilang.

Data tersebut dikutip Nukilan.id dari Laporan Harian Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Aceh. Bencana ini ditetapkan dalam Status Tanggap Darurat Bencana berdasarkan SK Gubernur Aceh Nomor 300.2/05/2026 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026.

Selain korban meninggal, tercatat 456 orang mengalami luka berat, 4.939 luka ringan, serta 30 orang dilaporkan hilang. Dampak bencana juga memaksa warga mengungsi ke 988 titik pengungsian, dengan total 91.703 jiwa terdampak.

Sektor kesehatan turut mengalami tekanan berat. Sebanyak 23 rumah sakit pemerintah dan 309 puskesmas berada di wilayah kabupaten/kota terdampak. Dari jumlah tersebut, dua puskesmas dilaporkan belum dapat beroperasi, yakni Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara.

Kerusakan parah juga terjadi pada fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama. Sedikitnya 23 puskesmas mengalami rusak berat, di antaranya Puskesmas Langkahan, Blang Geulumpang, Simpang Tiga, Lhok Beuringen, Ranto Peurlak, Peunaron, Lokop, Matang Pudeng, Pante Bidari, Sungai Iyu, Manyak Paed, Sekerak, Karang Baru, Banda Mulia, Tamiang Hulu, Bandar Pusaka, Kejuruan Muda, Simpang Kiri, Rantau, Bendahara, Kuala Simpang, Jambur Lak Lak, dan Jangka Buya.

Pemerintah Aceh bersama lintas sektor terus melakukan penanganan darurat, termasuk pemenuhan layanan kesehatan bagi pengungsi dan percepatan pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak bencana. (XRQ)

Reporter: Akil

Read more

Local News