NUKILAN.id | Tapaktuan – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Selatan sejak Kamis (3/4/2025) sore mengakibatkan air Sungai Manggamat meluap dan merendam ratusan rumah warga di tujuh desa Kecamatan Kluet Tengah. Sebanyak 644 jiwa terdampak akibat banjir yang masih menggenangi permukiman hingga Jumat (4/4).
Staf Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda Juwita, mengatakan bahwa intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman serta akses jalan antar desa di Kecamatan Kluet Tengah dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 80 cm.
“Air luapan sungai tersebut kemudian merendam permukiman penduduk di beberapa gampong dan jalan lintas antargampong di Kecamatan Sawang dengan ketinggian bervariasi dari 50-80 cm,” ujar Haslinda di Banda Aceh, Jumat (4/4).
Tujuh desa yang terdampak banjir meliputi Desa Jambo Papan, Desa Malaka, Desa Simpang Dua, Desa Padang, Desa Koto, Desa Pulo Air, dan Desa Mersak. Berdasarkan data BPBA, sebanyak 167 kepala keluarga atau 644 jiwa harus menghadapi dampak langsung dari banjir ini.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menghambat aktivitas masyarakat. Hingga saat ini, air masih menggenangi sejumlah titik di permukiman warga dan jalan lintas desa. Dampak material serta jumlah warga yang mengungsi masih dalam tahap pendataan oleh pihak berwenang.
“Sementara dampak material dan pengungsi masih dalam pendataan,” tambah Haslinda.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan bersama petugas damkar PB 08 Kluet Tengah terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan muspika setempat untuk menanggulangi dampak banjir. Petugas Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Selatan juga telah menerima laporan terkait kejadian ini dan sedang menyusun langkah-langkah penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, kondisi cuaca di Aceh Selatan masih berpotensi hujan, yang dapat memperparah situasi banjir di wilayah terdampak. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.
Editor: Akil