Banjir dan Longsor Rusak 225 Destinasi Wisata di Aceh

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sebanyak 225 destinasi wisata di Provinsi Aceh mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Kerusakan ini tersebar di berbagai kabupaten/kota yang masuk dalam daerah terdampak bencana.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa tingkat kerusakan didominasi kategori berat.

“Kerusakan paling banyak masuk kategori rusak berat dan tersebar di sejumlah daerah yang terdampak langsung banjir dan longsor,” ujar Murthalamuddin di Banda Aceh, Selasa (13/1/2026).

Dari total 225 destinasi wisata yang terdampak, sebanyak 198 lokasi mengalami rusak berat, 18 rusak sedang, dan sembilan rusak ringan.

Untuk kategori rusak berat, kerusakan terbanyak tercatat di Kabupaten Gayo Lues dengan 65 lokasi, disusul Aceh Tamiang 42 lokasi, Bireuen 20 lokasi, Bener Meriah 19 lokasi, dan Pidie Jaya 13 lokasi.

Kerusakan juga terjadi di Aceh Singkil sebanyak 10 destinasi, Aceh Utara dan Aceh Tengah masing-masing delapan destinasi, Aceh Timur enam destinasi, Aceh Tenggara empat destinasi, serta Langsa, Subulussalam, dan Aceh Barat masing-masing satu destinasi.

Sementara itu, sembilan destinasi yang masuk kategori rusak ringan tersebar di Aceh Utara dua lokasi, Langsa satu lokasi, Aceh Tengah satu lokasi, Subulussalam satu lokasi, dan Bireuen dua lokasi.

Adapun 18 destinasi wisata rusak sedang terdapat di wilayah Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Subulussalam, Nagan Raya, Bener Meriah, dan Bireuen.

Tidak hanya sektor pariwisata, bencana hidrometeorologi tersebut juga berdampak terhadap 162 cagar budaya di Aceh. Dari jumlah itu, 56 mengalami rusak ringan, 90 rusak sedang, dan 16 rusak berat.

“Cagar budaya tersebut tersebar di berbagai kabupaten/kota yang terdampak bencana,” kata Murthalamuddin.

Meski kerusakan cukup luas, pemerintah tetap optimistis pemulihan dapat segera dilakukan.

“Kami optimistis sektor pariwisata dan pelestarian cagar budaya Aceh bisa pulih. Penanganan darurat terus berjalan, dan selanjutnya akan difokuskan pada pemulihan yang berkelanjutan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal,” ujar Murthalamuddin. (xrq)

Read more

Local News