Banjir dan Longsor 2025 di Pidie Jaya Paksa 18.260 Warga Mengungsi

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya menyebabkan 18.260 warga dari 4.914 kepala keluarga harus mengungsi. Para korban kini menempati 50 lokasi pengungsian yang tersebar di lima kecamatan terdampak, yakni Panteraja, Meureudu, Meurah Dua, Ulim, dan Bandar Dua.

Dari data yang diterima NUKILAN.ID pada 11 Desember 2025 diketahui Kecamatan Meureudu menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yaitu lebih dari 8.000 jiwa, yang menempati berbagai fasilitas umum seperti masjid, meunasah, gedung perkantoran, pertokoan, hingga rumah warga. Dua lokasi dengan pengungsi terbesar berada di Gedung Tgk. Chik Pante Geulima dan rumah warga di Gampong Blang Awe, masing-masing menampung lebih dari 1.000 orang.

Wilayah terdampak kedua terparah adalah Kecamatan Meurah Dua, dengan total lebih dari 8.000 pengungsi. Sejumlah jalur rel kereta api bahkan difungsikan sebagai lokasi penampungan darurat, menampung ratusan hingga hampir seribu warga per titik.

Di Kecamatan Panteraja, tercatat lebih dari 900 pengungsi, sebagian besar berada di SD Negeri 6 Panteraja yang kini dilengkapi dapur umum. Sementara Ulim dan Bandar Dua juga terdampak dengan jumlah pengungsi mencapai ratusan orang di berbagai meunasah gampong.

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya. Namun, akses menuju beberapa titik pengungsian masih terkendala akibat lumpur dan kerusakan jalan pascalongsor.

Cuaca yang belum stabil masih menjadi perhatian utama. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Pemerintah daerah menyatakan kesiapsiagaan penuh dan mengapresiasi solidaritas masyarakat serta relawan dalam penanganan bencana yang disebut sebagai salah satu bencana terbesar dalam sejarah Pidie Jaya. (xrq)

Read more

Local News