NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Data Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menunjukkan bahwa bahasa Arab menjadi penyumbang kosakata serapan terbesar dalam bahasa Indonesia hingga Desember 2025, dengan total mencapai 1.037 kata.
Dilansir Nukilan.id, dominasi tersebut mencerminkan panjangnya interaksi sejarah antara Nusantara dan dunia Arab, terutama melalui jalur perdagangan, penyebaran Islam, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya selama berabad-abad.
Selain bahasa Arab, pengaruh global juga terlihat dari kontribusi bahasa Latin sebanyak 455 kata dan bahasa Inggris sebanyak 374 kata. Kedua bahasa ini banyak menyumbang istilah dalam bidang ilmu pengetahuan, hukum, serta teknologi modern.
Sementara itu, bahasa bersejarah seperti Sanskerta dan Belanda tercatat memiliki jumlah serapan yang relatif lebih kecil, masing-masing 272 dan 181 kata. Hal ini disebabkan banyak kosakata dari kedua bahasa tersebut telah lama berasimilasi dan tidak lagi dianggap sebagai kata asing dalam penggunaan sehari-hari.
Bahasa Arab sendiri memberikan kontribusi luas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari agama hingga percakapan sehari-hari. Sejumlah kata yang umum digunakan antara lain “kursi”, “kitab”, “kabar”, “dunia”, hingga “sabun”.
Selain itu, terdapat pula kata yang berkaitan dengan konsep dan sifat seperti “adil”, “wajib”, “khusus”, “paham”, dan “sehat”. Dalam komunikasi harian, pengaruh bahasa Arab juga tampak pada penggunaan kata seperti “salam” dan “terima kasih”.
Penyerapan kosakata ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang selama lebih dari 12 abad. Dalam perkembangannya, banyak kata tersebut mengalami penyesuaian pengucapan agar sesuai dengan lidah lokal masyarakat Indonesia.
Data ini menegaskan bahwa bahasa Indonesia bukan hanya hasil perkembangan lokal, tetapi juga merupakan refleksi dari interaksi global yang membentuk identitas budaya dan linguistik bangsa. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.












