NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kondisi lalu lintas pada puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Aceh terpantau normal dan terkendali. Meski demikian, sejumlah titik rawan kemacetan tetap menjadi perhatian petugas di lapangan.
Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Aceh, Muhammad Daniel Sarumaha, mengatakan kelancaran arus balik ini tidak lepas dari koordinasi lintas instansi dalam pengaturan lalu lintas.
“Secara umum kondisi lalu lintas saat puncak arus balik terlihat normal dan terkendali,” ujarnya dalam Dialog Banda Aceh Menyapa, Kamis (26/3/2026).
Daniel menjelaskan, beberapa titik rawan kemacetan berada di kawasan jembatan yang mengalami kerusakan, salah satunya di wilayah Krungkem. Lokasi tersebut menjadi fokus pengawasan petugas guna mengantisipasi antrean kendaraan.
Untuk menjaga kelancaran, pihak Dinas Perhubungan bersama kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Upaya ini dilakukan demi memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan selama arus balik.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Aceh guna mengantisipasi potensi kepadatan di jalur-jalur utama.
Daniel mengungkapkan, pada arus balik tahun ini tidak terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Kondisi ini berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Berdasarkan hasil survei, tidak terjadi lonjakan volume kendaraan pada tahun ini,” katanya.
Ia menilai, sejumlah faktor memengaruhi kondisi tersebut, di antaranya dampak bencana sebelumnya serta perubahan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan.
Menurutnya, jika pada tahun-tahun sebelumnya arus kendaraan didominasi oleh wisatawan dari luar Aceh, maka tahun ini jumlahnya tidak sebanyak periode sebelumnya.
Meski kondisi lalu lintas relatif terkendali, petugas tetap disiagakan di sejumlah titik strategis selama arus balik berlangsung guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News







