NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Aceh Barat dengan total 14 titik api. Dari jumlah tersebut, 13 titik telah berhasil dipadamkan, sementara satu titik lainnya masih dalam proses penanganan. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 58 hektare.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan bahwa upaya pemadaman saat ini difokuskan pada titik api yang masih aktif. Petugas di lapangan terus berupaya mencegah api meluas, terutama ke kawasan yang sulit dijangkau.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi tantangan berat akibat kondisi cuaca ekstrem. Selain suhu udara yang panas, angin kencang bertiup di sekitar lokasi kebakaran. Bahkan, petugas sempat mendeteksi adanya angin puting beliung yang melintas di area pemadaman.
“Angin di lokasi karhutla sangat kencang, dan petugas lapangan juga pernah menemukan adanya angin puting beliung di lokasi Pemadaman,” kata Ronal ketika dikutip dari RRI, pada Selasa sore 3 februari 2026.
BPBD Aceh Barat mencatat, perubahan arah angin yang berlangsung cepat menyebabkan api mudah berpindah dan membesar di sejumlah titik. Meski demikian, tim gabungan tetap melakukan pemadaman darat secara intensif dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Aceh Barat sebelumnya juga telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan perluasan kebakaran serta mempercepat penanganan karhutla guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

