Akademisi Apresiasi Danantara, Harap Pembangunan Huntara Aceh Tamiang Berkelanjutan hingga Pemulihan Ekonomi

Share

NUKILAN.ID | JAKARTA — Sejumlah akademisi mengapresiasi langkah Danantara dalam membangun ribuan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Mereka berharap proyek kemanusiaan tersebut dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal darurat semata, melainkan juga mendorong pemulihan sosial, psikologis, dan ekonomi masyarakat terdampak.

Akademisi Universitas Esa Unggul, Iswadi, menilai pembangunan huntara oleh Danantara merupakan bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, hunian tersebut bukan sekadar tempat berlindung, tetapi memiliki peran strategis dalam memulihkan kehidupan warga.

“Saya berharap pembangunan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan, berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” kata Iswadi dalam keterangan resmi Danantara, Jumat (2/1/2026).

Iswadi juga menekankan bahwa pembangunan huntara harus disertai perencanaan jangka panjang menuju hunian tetap bagi para penyintas. Ia mendorong agar pembangunan mengacu pada standar penanganan bencana tsunami Aceh 2004 yang telah terbukti memenuhi aspek keamanan, kelayakan huni, perlindungan lingkungan, serta kebutuhan sosial masyarakat.

“Dengan menerapkan standar yang telah teruji, diharapkan hunian sementara tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal darurat, tetapi juga mampu mendukung proses pemulihan yang lebih baik dan bermartabat,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Guru Besar Universitas sekaligus Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda, Umaimah Wahid, menilai keberadaan huntara sangat krusial bagi warga Aceh yang terdampak bencana. Namun, ia mengingatkan bahwa kerja-kerja kemanusiaan tersebut tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata.

“Salah satu yang hilang adalah sawah, lahan mata pencaharian tertutup lumpur,” kata Umaimah.

Ia berharap pemerintah bersama para pemangku kepentingan turut memprioritaskan pemulihan sektor ekonomi masyarakat Aceh sebagai bagian tak terpisahkan dari proses rehabilitasi pascabencana.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/1/2026) meninjau langsung progres pembangunan huntara di Aceh Tamiang. Proyek kemanusiaan tersebut mulai dikerjakan sejak 24 Desember 2025 dan dalam waktu kurang dari dua pekan telah menunjukkan perkembangan signifikan.

Danantara menargetkan menyerahkan 600 unit huntara kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026 untuk kemudian didistribusikan kepada warga terdampak. Dalam tiga bulan ke depan, Danantara menargetkan pembangunan 15.000 unit huntara dengan jaminan kelayakan huni.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi lintas BUMN dan pihak terkait.

“BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” tutur Rosan.

Ia menegaskan bahwa proyek kemanusiaan tersebut menjadi wujud komitmen bersama untuk mempercepat pemulihan Aceh pascabencana.

Read more

Local News