Wednesday, October 5, 2022

Adian Napitupulu Klaim Bisa Atur Pertemuan Mahasiswa dengan Jokowi Bahas BBM

Nukilan.id – Politikus PDIP Adian Napitupulu mengklaim bisa mengatur permintaan mahasiswa untuk berdialog dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas polemik dan solusi kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Hal itu Adian sampaikan merespons keluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang merasa tak ditanggapi Jokowi setelah melakukan rangkaian aksi demonstrasi dalam rangka menyuarakan keresahan dan menentang kenaikan harga BBM.

“Kalau teman-teman bilang mau bertemu Presiden, kalau misalkan mau ya sudah kita aturkan. Nanti saya coba ketemu Pak Jokowi saya tanya, ‘Pak Presiden, teman-teman mahasiswa mau ketemu tuh ngobrolin soal BBM’,” kata Adian dalam acara ‘Political Show’ yang disiarkan CNNIndonesia TV, Rabu (21/9) malam.

Adian menyebut hingga saat ini pemerintah Jokowi tidak melarang aksi demonstrasi yang dilakukan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Ia pun mengklaim aksi demonstrasi kenaikan BBM baru-baru ini juga sudah direspons dengan baik oleh Kantor Staf Presiden (KSP).

Senada dengan Adian, Tenaga Ahli Utama KSP Ade Irfan Pulungan menyebut pemerintah selama ini mendengar dan menanggapi aspirasi warga. Salah satu caranya adalah dengan membuktikan melalui kinerja yang menurutnya masih berproses.

Ia mengklaim salah satu upaya ‘menenangkan’ masyarakat soal kenaikan BBM adalah dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT).

Pemerintah memberi BLT BBM kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total Rp600 ribu.

“Ya mari kita berdialog, berdialog itu mencari solusi bukan mempertahankan atau memaksakan kehendak yang tidak ada solusi. Pak Presiden senang kok melakukan dialog kepada siapapun,” ujar Ade.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) Ichwan Nugraha Budjang dalam kesempatan mengkritik para elite pemerintahan yang malah asyik berdebat dan saling klaim soal capaian infrastruktur. Perdebatan itu terutama dilakukan oleh Partai Demokrat dan PDIP.

“Jadi saya minta tolong hentikan komedi dan lelucon saat ini. Ini hanya menjadi pertarungan elitis yang pada akhirnya hanya memikirkan golongan masing-masing. Kalau kita melihat berdasarkan data siapa paling sempurna Pak Presiden SBY atau Jokowi? tidak ada,” kata Ichwan yang hadir secara daring.

Ichwan menilai polah para petinggi negara konyol dan tak etis di tengah penderitaan rakyat. Ia kemudian meminta agar Presiden Jokowi mampu menjawab keresahan rakyat, salah satunya berani berdialog secara terbuka.

“Saya tantang bagaimana Presiden Jokowi menyelesaikan masalah ini, karena saat ini Presiden Jokowi tidak pernah menanggapi persoalan demo dari mahasiswa,” ujarnya. [CNN]

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img