NUKILAN.ID | SABANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Aceh pada Jumat (2/1/2026). Hampir seluruh wilayah Aceh diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang hingga pukul 20.30 WIB.
Kepala BMKG Aceh, Nasrol Adil, dalam laporan resmi yang diterima RRI, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang akibat hujan yang berlangsung dalam durasi cukup lama.
“Potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang hari ini diprediksi terjadi di wilayah barat-timur, utara-selatan, bahkan merata di hampir seluruh wilayah Aceh dari sore hingga malam ini,” ujar Nasrol Adil.
Menurut BMKG, kondisi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh beberapa faktor atmosfer, antara lain aktivitas gelombang Kelvin, adanya belokan angin, serta konvergensi yang mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di pesisir barat Aceh turut memperkuat pasokan uap air ke atmosfer.
“Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, nelayan dan operator kapal untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG sebelum melaut,” jelasnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui aplikasi maupun media sosial BMKG. Selain itu, langkah-langkah mitigasi seperti menjaga kebersihan drainase dan tidak membuang sampah sembarangan diharapkan dapat membantu mengurangi risiko genangan air.
Warga yang tinggal di daerah lereng pegunungan dan sepanjang aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir dan tanah longsor. BMKG menegaskan potensi bencana hidrometeorologi masih dapat terjadi apabila curah hujan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

