NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat seluruh 38 provinsi di Indonesia mengalami inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Desember 2025. Tidak ada satu pun daerah yang mencatat deflasi pada periode tersebut. Di antara seluruh provinsi, Aceh menempati posisi tertinggi dengan inflasi mencapai 3,60 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa inflasi di Aceh jauh melampaui provinsi lain. Sementara itu, Maluku Utara mencatat inflasi terendah nasional sebesar 0,05 persen.
“Jika dilihat sebaran inflasi bulanan menurut wilayah, maka secara bulanan seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh, yaitu sebesar 3,60%. Dan inflasi terendah terjadi di Maluku Utara, yaitu sebesar 0,05%,” kata Pudji dalam Konferensi Pers BPS, Senin (5/1/2026).
Pudji menguraikan bahwa kondisi inflasi tersebut tidak terlepas dari faktor cuaca sepanjang 2025. Pada Januari hingga Mei 2025, sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami curah hujan menengah hingga tinggi. Situasi ini mencerminkan mundurnya awal musim kemarau.
“Kondisi ini mencerminkan mundurnya awal musim kemarau 2025, dan BMKG mencatat bahwa hingga awal Juni 2025 baru 19 persen wilayah Indonesia yang telah memasuki musim kemarau,” ujarnya.
Kondisi tersebut berdampak pada sektor pertanian, terutama produksi tanaman pangan dan hortikultura. Perubahan pola hujan memengaruhi waktu tanam, waktu panen, serta meningkatkan risiko gangguan cuaca yang berdampak langsung pada pasokan bahan pangan.
Selain faktor iklim sepanjang tahun, inflasi Aceh juga dipicu oleh cuaca ekstrem di wilayah Sumatera pada akhir November 2025. Peristiwa tersebut berkaitan dengan kemunculan bibit Siklon Tropis 95B yang berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar serta pengaruh Siklon Tropis Koto.
“Kedua sisi tersebut meningkatkan curah hujan yang sangat lebat di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang kemudian menyebabkan bencana hidrometeorologi,” ujar Pudji.
Bencana hidrometeorologi tersebut antara lain memicu banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang pada 26 November 2025. Hingga pertengahan Desember, proses pemulihan di wilayah tersebut masih berjalan lambat akibat infrastruktur yang rusak, lumpur yang belum surut, serta tumpukan kayu sisa material banjir yang menutupi sejumlah kawasan.
Berdasarkan data BPS, daftar inflasi provinsi pada Desember 2025 menempatkan Aceh di posisi teratas dengan 3,60 persen, diikuti Papua 1,77 persen, Sumatera Utara 1,66 persen, Papua Barat 1,60 persen, dan Papua Pegunungan 1,58 persen. Sementara Maluku Utara mencatat inflasi terendah sebesar 0,05 persen.

