NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat Provinsi Aceh mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,31 persen pada Maret 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 114,01.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, mengatakan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,07 persen dengan IHK 116,58.
“Sementara terendah terjadi di Aceh Tamiang yang mengalami inflasi sebesar 4,84 persen dengan IHK masing-masing sebesar 114,64,” ujarnya saat penyampaian rilis bulanan di Kantor BPS Aceh, Rabu (1/4/2026).
Tasdik menjelaskan, inflasi y-on-y dipicu oleh kenaikan harga yang tercermin dari meningkatnya indeks sejumlah kelompok pengeluaran. Di antaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,36 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 7,16 persen.
Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 1,36 persen, kelompok kesehatan sebesar 2,40 persen, serta kelompok transportasi sebesar 1,29 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,75 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,97 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 9,12 persen.
Sementara itu, kelompok pendidikan menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan indeks sebesar 0,11 persen. Penurunan ini mencerminkan adanya penyesuaian harga atau berkurangnya biaya pada beberapa komponen pengeluaran pendidikan dibandingkan periode sebelumnya.
Adapun tingkat inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Aceh pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,04 persen. Sementara inflasi year to date (y-to-d) berada di angka 0,34 persen.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News







