Abu Heri Apresiasi Program Padat Karya Tunai Kementan di Aceh: Sawah Pulih, Ekonomi Petani Terjaga

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Langkah cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto melalui skema Cash For Work atau Padat Karya Tunai bagi petani di Aceh mendapat respons positif dari berbagai pihak.

Salah satu apresiasi datang dari Anggota DPR Aceh Fraksi Partai Aceh, T. Heri Suhadi atau yang akrab disapa Abu Heri. Ia menilai kebijakan pemberian upah kerja sebesar Rp120 ribu per hari kepada petani yang terlibat dalam pemulihan sawah terdampak banjir sebagai langkah konkret yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.

Menurut Abu Heri, program tersebut memberi manfaat ganda bagi petani yang tengah menghadapi kondisi sulit pascabencana. Selain membantu memperbaiki lahan pertanian, skema ini juga memberikan pemasukan tunai bagi keluarga petani.

“Kita kasih jempol ya, dan kita sangat mendukung dan mengapresiasi gebrakan Menteri Pertanian ini. Dengan skema Cash For Work, warga petani memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemasukan tunai, terutama dalam menghadapi bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang sudah di depan mata,” ujar Abu Heri dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, secara teknis program ini juga mempercepat pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak banjir. Petani dapat langsung membersihkan sawah yang tertutup lumpur, sehingga proses produksi pangan bisa segera kembali berjalan.

“Pada saat yang sama, petani bisa langsung bergerak membersihkan lahan sawah mereka yang tertutup lumpur. Jadi, pemulihan lahan jalan, dapur warga juga tetap mengepul,” jelasnya.

Lebih jauh, Abu Heri menyebut kebijakan ini sejalan dengan gagasan yang selama ini ia dorong di tingkat daerah. Ia mengaku telah lama mengusulkan agar penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur besar, tetapi juga mengedepankan bantuan langsung berbasis kerja bagi masyarakat terdampak.

Melihat efektivitas program Cash For Work di sektor pertanian, ia berharap pola serupa dapat diterapkan oleh kementerian dan lembaga lain yang terlibat dalam penanganan bencana di Aceh.

“Kami berharap skema Cash For Work ini juga diterapkan oleh kementerian dan lembaga lain yang ambil bagian dalam percepatan masa tanggap darurat, maupun di daerah yang sudah memasuki masa transisi darurat ke pemulihan,” tegasnya.

Menurut Abu Heri, bantuan berbasis kerja jauh lebih bermartabat dan efektif karena mampu menggerakkan roda ekonomi lokal di tengah situasi sulit.

“Ini adalah bentuk kehadiran negara yang nyata bagi rakyat Aceh,” pungkasnya.

Read more

Local News