Inflasi Aceh 4,86 Persen pada Agustus 2026, Aceh Tamiang Tertinggi

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 4,86 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada Agustus 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat 116,20, meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 110,81.

Kepala BPS Provinsi Aceh Agus Andria mengatakan, inflasi tersebut merupakan hasil perkembangan harga berbagai komoditas selama periode Agustus 2025 hingga Agustus 2026.

“Pada Agustus 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,20,” ujar Agus Andria, dilansir Nukilan dari siaran langsung melalui akun YouTube BPS Aceh, Selasa (1/9/2026).

Selain secara tahunan, Aceh mencatat inflasi 0,28 persen secara bulanan (month to month/m-to-m). Sementara secara tahun berjalan (year to date/y-to-d), inflasi mencapai 1,57 persen.

Agus menjelaskan perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan Aceh terutama dipengaruhi kenaikan harga pada sebagian besar kelompok. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencatat inflasi tertinggi sebesar 11,88 persen, dengan andil 1,25 persen terhadap inflasi Aceh.

Nasi dengan lauk menjadi komoditas dengan andil terbesar dalam kelompok tersebut, yakni 0,56 persen. Selanjutnya mi memberikan andil 0,10 persen, sementara sayur olahan, ketupat atau lontong sayur, serta bakso siap santap masing-masing memberikan andil 0,08 persen.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 9,42 persen dengan andil 0,55 persen. Emas perhiasan menjadi komoditas yang paling dominan dengan andil 0,43 persen.

Sementara kelompok transportasi mengalami inflasi 5,70 persen dan memberikan andil 0,57 persen. Bensin menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,29 persen, diikuti angkutan udara sebesar 0,08 persen.

Dari lima kabupaten/kota yang menjadi cakupan penghitungan IHK di Aceh, seluruhnya mengalami inflasi secara tahunan pada Agustus 2026. Aceh Tamiang mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,57 persen, dengan IHK 117,17. Aceh Tengah berada di urutan berikutnya dengan inflasi 5,09 persen, disusul Banda Aceh 4,84 persen dan Lhokseumawe 4,27 persen. Sementara itu, Meulaboh mencatat inflasi terendah sebesar 3,85 persen.

Secara bulanan, pergerakan harga di lima daerah tersebut berbeda. Aceh Tengah mengalami deflasi sebesar 0,33 persen. Sebaliknya, Meulaboh mencatat inflasi 0,88 persen. Aceh Tamiang mengalami inflasi 0,46 persen, Banda Aceh 0,17 persen, dan Lhokseumawe 0,80 persen. []

Reporter: Sammy

Read more

Local News