Ghufran Minta Tenaga Kerja Konstruksi Aceh Siap Kawal Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi PKS, Ghufran, meminta tenaga kerja konstruksi di Aceh meningkatkan kompetensi dan profesionalitas agar mampu mengambil peran dalam pembangunan serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi daerah.

Pesan itu disampaikan Ghufran saat membuka kegiatan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi di Gampong Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, pada 8–9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh.

Ghufran mengapresiasi penyelenggaraan sertifikasi di Gampong Blang Krueng. Menurut dia, peningkatan kapasitas tenaga kerja konstruksi diperlukan agar sumber daya manusia lokal dapat berkontribusi dalam pembangunan Aceh.

“Terima kasih kepada Balai Jasa Konstruksi Aceh yang telah membuat acara di Gampong Blang Krueng. Semoga peserta yang hadir bisa berperan dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh,” ujar Ghufran.

Ia mengatakan sertifikasi tidak seharusnya dipandang hanya sebagai persyaratan administratif. Sertifikat, kata dia, harus mencerminkan kemampuan, integritas, dan profesionalitas tenaga kerja dalam menjalankan pekerjaannya.

“Sertifikasi harus menjadi bukti integritas dan profesionalitas agar berdampak kepada perekonomian Aceh,” tegasnya.

Ghufran juga meminta peserta mengikuti proses sertifikasi secara serius. Disiplin dan etika, menurut dia, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalitas pekerja konstruksi.

“Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Disiplin dan etika dalam pekerjaan harus menjadi bagian penting dari profesionalitas tenaga kerja konstruksi,” pesannya.

Dia berharap kegiatan sertifikasi tidak berhenti setelah peserta memperoleh sertifikat. Menurut Ghufran, pembinaan dan pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kompetensi tenaga kerja terus berkembang.

“Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi sarana edukasi serta pembimbingan bagi tenaga kerja konstruksi. Para instruktur dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh diharapkan dapat terus memberikan pendampingan, pembinaan, dan berbagi pengetahuan kepada para peserta, sehingga kompetensi tenaga kerja konstruksi Aceh semakin meningkat,” kata Ghufran.

Ghufran menilai tenaga kerja konstruksi yang memiliki kompetensi, disiplin, etika, dan profesionalitas merupakan modal penting bagi Aceh. Terlebih, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan meningkat seiring pelaksanaan berbagai program pembangunan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

“Dengan kompetensi yang baik, disiplin, etika, dan profesionalitas, tenaga kerja konstruksi Aceh diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan, khususnya dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh,” pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Jasa Konstruksi Nanan Abidin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Aceh T. Robby Irza, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh Indra Suhada, Kepala Balai BPBPK Aceh Tommy Permadi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnain, Asisten Perekonomian Bupati Aceh Besar M. Ali, serta Anggota DPRK Aceh Besar Zulfikar Azis.

Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi tersebut diharapkan menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi sehingga dapat memperkuat keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pembangunan serta rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img

Read more

Local News