NUKILAN.ID | TAKENGON – Warga di sejumlah desa di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, mulai mengalami persoalan kesehatan yang diduga berkaitan dengan kualitas air bersih pascalongsor di kawasan pegunungan setempat. Material longsor disebut menyebabkan sumber air yang berasal dari hulu sungai menjadi keruh dan terkontaminasi, sehingga memicu keluhan kesehatan di tengah masyarakat.
Kepala Koordinator Relawan Kecamatan Bintang, Wedy Sastra Yoga, mengatakan persoalan tersebut kini menjadi tantangan baru bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sumber air dari kawasan pegunungan.
“Permasalahan baru yang kami hadapi saat ini adalah kualitas air di desa-desa dalam Kecamatan Bintang. Air yang dikonsumsi masyarakat berasal dari hulu sungai yang terdampak longsor, sehingga diduga mengalami perubahan kualitas. Akibatnya, mulai banyak warga yang mengalami gangguan pencernaan, tenggorokan kering, hingga gangguan pada kulit,” kata Wedy kepada Nukilan, Rabu (5/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut diperkirakan terjadi di seluruh desa yang memanfaatkan sumber air pegunungan sebagai kebutuhan sehari-hari.
“Sepertinya kondisi ini berlaku di semua desa yang sumber airnya berasal dari kawasan pegunungan,” ujarnya.
Wedy menjelaskan, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan tetap mendapatkan pelayanan medis dengan berobat ke puskesmas maupun rumah sakit. Namun, ia menilai penanganan tersebut masih berfokus pada penyembuhan gejala, sementara persoalan utama berupa kualitas air bersih belum terselesaikan.
“Masyarakat tetap berobat ke puskesmas maupun rumah sakit, tetapi itu hanya mengobati penyakitnya. Sumber persoalannya, yaitu kualitas air, masih perlu ditangani,” katanya.
Sebagai upaya penanganan, relawan saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Terra Water untuk menyediakan sistem penyaringan air bersih bagi masyarakat. Namun, alat penyaring yang tersedia dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi warga dalam jumlah besar.
Kecamatan Bintang berada di kawasan Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah. Pegunungan di wilayah ini merupakan bagian dari rangkaian Bukit Barisan yang mengelilingi sisi timur dan tenggara Danau Lut Tawar.
Sebagian besar desa memanfaatkan mata air dan aliran sungai dari kawasan pegunungan sebagai sumber air bersih, sehingga perubahan kondisi lingkungan akibat longsor berpotensi memengaruhi kualitas pasokan air bagi masyarakat. []
Reporter: Sammy

