NTP Aceh Naik 1,57 Persen pada Juli 2026, Daya Beli Petani Menguat

Share

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Aceh pada Juli 2026 mencapai 127,30, atau meningkat 1,57 persen dibandingkan Juni 2026. Kenaikan ini menunjukkan adanya penguatan daya beli petani di Aceh, didorong oleh peningkatan harga hasil pertanian yang lebih besar dibandingkan kenaikan biaya yang harus dikeluarkan petani.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria mengatakan peningkatan NTP terjadi pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman perkebunan rakyat.

“Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di beberapa daerah di Provinsi Aceh pada Juli 2026, NTP tercatat sebesar 127,30 atau meningkat 1,57 persen dibandingkan Juni 2026. Peningkatan NTP terjadi pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman perkebunan rakyat,” kata Agus Andria dalam konferensi pers BPS Aceh dilansir Nukilan, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan NTP didorong oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,76 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,19 persen. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa pendapatan yang diterima petani dari hasil penjualan komoditas meningkat lebih cepat dibandingkan pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga maupun biaya produksi.

Menurut Agus, kenaikan tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura dengan NTP mencapai 95,15, meningkat 4,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini dipengaruhi naiknya harga jual komoditas sayur-sayuran, terutama cabai rawit, serta buah-buahan seperti semangka. Sementara itu, subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat NTP sebesar 164,01 atau naik 1,96 persen, didorong oleh kenaikan harga kakao, kelapa sawit, dan kopi. Subsektor tanaman pangan juga mengalami kenaikan menjadi 107,52 atau meningkat 1,28 persen, seiring naiknya harga gabah.

Sebaliknya, dua subsektor mengalami penurunan NTP. Subsektor peternakan turun 0,40 persen menjadi 100,81 akibat melemahnya harga jual sapi potong, sedangkan subsektor perikanan turun 0,28 persen menjadi 121,47 karena penurunan harga hasil budidaya, terutama bandeng air payau.

Selain NTP, BPS Aceh juga mencatat Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) pada Juli 2026 sebesar 131,46, meningkat 1,45 persen dibandingkan Juni 2026. Indikator ini menunjukkan kondisi usaha pertanian juga mengalami perbaikan selama periode tersebut.

Di sisi lain, inflasi perdesaan di Aceh pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,17 persen. Inflasi terutama dipicu kenaikan harga pada kelompok transportasi, makanan, minuman dan tembakau, dengan komoditas yang paling berpengaruh antara lain beras, cabai rawit, dan bensin. []

Reporter: Sammy

Read more

Local News