NUKILAN.ID | JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mempercepat upaya penanganan dampak musim kemarau yang mulai mengancam sektor pertanian. Bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah memfasilitasi 20 unit pompa air melalui skema pinjam pakai sementara guna menjaga ketersediaan air di lahan persawahan serta mengantisipasi potensi gagal panen.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas penanganan berada di Gampong Mereu Ulee Titi, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. Sekitar 20 hektare lahan persawahan di kawasan tersebut mulai mengalami kekurangan pasokan air akibat musim kemarau. Kondisi itu diperburuk oleh posisi saluran irigasi yang lebih rendah, sehingga aliran air tidak mampu menjangkau seluruh areal sawah ketika debit air menurun.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, STP, mengatakan pompa air tersebut dimanfaatkan untuk mengalirkan air dari sumber yang tersedia menuju areal persawahan agar tanaman padi tetap memperoleh pasokan air selama musim kemarau.
“Fasilitasi pompa ini merupakan langkah cepat untuk mengatasi kekurangan air di areal persawahan yang terdampak kemarau. Dengan adanya pompa tersebut, air dapat dialirkan ke lahan pertanian sehingga petani tetap bisa mengolah sawahnya dan potensi gagal panen dapat dicegah,” ujar Imam.
Ia juga mengapresiasi dukungan BWS Sumatera I yang telah membantu penanganan darurat kekeringan di wilayah Aceh Besar.
“Persawahan di kawasan Mereu Ulee Titi memiliki luas sekitar 20 hektare. Permasalahan utama di lokasi ini adalah posisi saluran irigasi yang lebih rendah sehingga saat debit air menurun pada musim kemarau, sawah tidak lagi mendapatkan pasokan air yang cukup. Fasilitas pompa pinjam pakai dari BWS Sumatera I sangat membantu petani untuk tetap mengairi sawah dan mengurangi risiko gagal panen,” katanya.
Menurut Imam, langkah pompanisasi dilakukan sesuai arahan Bupati Aceh Besar sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap petani yang terdampak kekeringan. Upaya tersebut difokuskan pada kawasan pertanian yang masih memiliki sumber air sehingga produktivitas lahan tetap dapat dipertahankan selama musim kemarau.
“Pompanisasi menjadi salah satu solusi cepat untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, petani setempat, Muhammad Nazar (51), mengaku terbantu dengan adanya pompa pinjam pakai tersebut. Ia mengatakan pompa milik kelompok tani sebelumnya telah rusak sehingga tidak lagi dapat digunakan untuk mengairi sawah.
“Pompa yang kami miliki sudah rusak dan mesinnya tidak bisa dihidupkan lagi. Kami sangat berterima kasih atas bantuan pompa pinjam pakai ini. Harapan kami ke depan bisa mendapatkan pompa yang baru agar pengairan sawah tetap berjalan dengan baik saat musim kemarau,” demikian Muhammad Nazar.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

