NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) di Aceh pada Juli 2026 sebesar 5,38 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 115,87. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,91 persen, sedangkan yang terendah tercatat di Meulaboh sebesar 3,50 persen.
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria SST, M.Si., mengatakan inflasi tahunan di Aceh dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama makanan dan minuman, jasa restoran, serta perawatan pribadi.
“Pada Juli 2026 terjadi inflasi year-on-year sebesar 5,38 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,87. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,91 persen dengan IHK 120,00, sedangkan inflasi terendah terjadi di Meulaboh sebesar 3,50 persen dengan IHK 115,52,” kata Agus Andria dalam siaran langsung akun YouTube BPS Aceh, dikutip Nukilan, Selasa (4/8/2026).
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Juli 2026 sebesar 0,24 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) mencapai 1,28 persen.
Menurut Agus, inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami kenaikan tertinggi sebesar 11,12 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,36 persen, makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,49 persen, serta transportasi sebesar 5,69 persen. Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki justru mengalami deflasi sebesar 0,98 persen.
BPS mencatat sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan, di antaranya nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, cabai merah, bensin, tomat, sigaret kretek mesin, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan cabai rawit. Sebaliknya, bawang merah, tarif air minum PAM, telur ayam ras, kelapa, dan beberapa jenis ikan menjadi komoditas yang menahan laju inflasi.
Dari sisi wilayah, seluruh daerah cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Aceh mengalami inflasi tahunan. Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tertinggi sebesar 6,91 persen, disusul Kabupaten Aceh Tamiang 6,14 persen, Kota Banda Aceh 5,08 persen, Kota Lhokseumawe 4,22 persen, dan Meulaboh 3,50 persen. []
Reporter: Sammy

