NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Banda Aceh kembali mencatatkan suhu udara tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh merekam suhu maksimum mencapai 35,5 derajat Celsius pada periode pengamatan 26 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 27 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.
Capaian tersebut menempatkan Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Banda Aceh di posisi teratas dalam daftar suhu maksimum harian di Indonesia yang dipublikasikan Direktorat Meteorologi Publik BMKG pada Senin (27/7/2026) lalu.
Tingginya suhu udara di Aceh sejalan dengan kondisi cuaca yang dalam beberapa hari terakhir didominasi cerah hingga cerah berawan. Kondisi tersebut menyebabkan pemanasan permukaan bumi berlangsung lebih intensif pada siang hari sehingga suhu udara meningkat. Cuaca panas itu masih dirasakan warga Kota Banda Aceh hingga hari ini, Jumat (31/7/2026).
BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menggunakan pelindung kepala maupun tabir surya saat beraktivitas di bawah sinar matahari, serta mewaspadai potensi dehidrasi dan kelelahan akibat paparan panas.
Selain mengikuti imbauan BMKG, masyarakat juga disarankan menerapkan sejumlah langkah sederhana untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas ekstrem. Berikut beberapa tips yang sudah dirangkum Nukilan.id:
- Pertama, menjaga hidrasi tubuh dengan mengonsumsi air putih secara rutin, sekitar dua hingga tiga liter per hari, tanpa menunggu rasa haus muncul. Masyarakat juga dianjurkan membatasi konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan teh manis secara berlebihan karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
- Kedua, melindungi kulit dan tubuh dari paparan sinar matahari dengan menggunakan tabir surya minimal SPF 30, mengenakan topi bertepi lebar, payung, atau kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan.
- Selain itu, penggunaan pakaian longgar berbahan katun yang mudah menyerap keringat serta berwarna terang juga disarankan agar tubuh tetap nyaman dan tidak menyerap panas berlebihan.
- Masyarakat juga diimbau menghindari paparan sinar matahari langsung, terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, karena pada rentang waktu tersebut intensitas radiasi matahari umumnya berada pada tingkat tertinggi.
Dengan kondisi suhu yang masih tinggi, warga diharapkan tetap waspada terhadap dampak cuaca panas, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

