Bangun Generasi Berintegritas, Dosen Unimal Kenalkan Perspektif Pendidikan Aceh di Forum Internasional

Share

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Koordinator Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr. Iryana Muhammad, M.Pd, menjadi narasumber dalam sesi Expert Respondent: Aceh Perspective pada sebuah forum pendidikan internasional yang mempertemukan akademisi dan pakar dari berbagai negara.

Kegiatan bertajuk International Symposium and Expert Panel tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Sukma bekerja sama dengan Cambridge International School di Lhokseumawe, Selasa (21/7/2026). Dalam kesempatan itu, Iryana memaparkan perspektif pendidikan Aceh sebagai landasan dalam membangun generasi yang berintegritas dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dunia dengan berbagai topik strategis. Professor Eero Ropo membahas pendidikan perubahan iklim (Climate Change Education), Dr. Tahir Shad mengulas pertukaran pendidikan antara Amerika Serikat dan dunia Muslim, Professor Yuji Uesugi memaparkan pendidikan sebagai sarana membangun perdamaian dan rekonsiliasi, sementara Professor Jean Greyling bersama Ryan Le Roux memperkenalkan pendekatan Tangible Coding in Schools untuk mengembangkan kemampuan berpikir komputasional secara menyenangkan.

Pada sesi Expert Respondent, turut hadir Prof. Komaruddin Hidayat dan Prof. Dr. Ir. Ahmad Human Hamid sebagai panelis.

Melalui paparan berjudul Aceh Perspective: Education as the Foundation of Integrity and Humanity, Iryana menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, integritas, serta nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia tidak cukup diukur dari kemampuan intelektual semata, melainkan juga dari kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Ia juga memperkuat pemaparannya dengan data Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh yang menunjukkan peningkatan capaian literasi, numerasi, dan karakter peserta didik tingkat Sekolah Menengah Pertama sepanjang 2023 hingga 2025. Data tersebut dinilai menjadi indikator bahwa pembangunan sektor pendidikan di Aceh terus menunjukkan perkembangan positif.

“Dari perspektif Aceh, pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan fondasi dalam membentuk generasi yang cerdas, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Inilah kontribusi yang ingin Aceh berikan bagi Indonesia,” kata Iryana.

Sementara itu, Dekan FKIP Unimal, Dr. Muhammad Yusuf, M.T, menyampaikan bahwa keikutsertaan dosen dalam forum internasional menjadi langkah penting dalam memperluas jejaring dan kolaborasi akademik dengan berbagai institusi di tingkat global.

“Forum seperti ini tidak hanya menjadi ruang berbagi gagasan, tetapi juga membuka peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kontribusi dosen Unimal di tingkat internasional semakin memperkuat posisi universitas dalam mendukung pengembangan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News