NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) resmi membuka Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Aceh 2026 di Auditorium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK, Banda Aceh, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga 29 Juli 2026 dan menjadi ajang seleksi bagi mahasiswa terbaik Aceh menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS).
Sebanyak 226 mahasiswa dari 19 perguruan tinggi di Aceh ambil bagian dalam PEKSIMIDA tahun ini. Para peserta akan berkompetisi pada 15 cabang seni untuk memperebutkan kesempatan mewakili Aceh di tingkat nasional.
Ketua Panitia PEKSIMIDA Aceh 2026, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.P., M.Si., mengatakan persiapan pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat setelah USK ditetapkan sebagai tuan rumah.
“Persiapan kegiatan ini berlangsung sangat singkat sejak USK menerima surat keputusan sebagai tuan rumah. Namun, alhamdulillah berkat kerja sama seluruh panitia, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada FKIP USK yang telah mendukung penyelenggaraan PEKSIMIDA dengan menyediakan fasilitas sebagai lokasi kegiatan.
Menurutnya, PEKSIMIDA tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga wadah untuk menjaring talenta-talenta terbaik mahasiswa Aceh yang nantinya akan mewakili daerah pada PEKSIMINAS.
“Tahun ini terdapat 226 peserta dari 19 kampus di Aceh yang mengikuti dengan 15 cabang perlombaan. Kami berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan. Terima kasih juga kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Aceh yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., menilai kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan seni dan budaya yang dimiliki.
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, yakni karakter, kreativitas, dan ekspresi seni.
“PEKSIMIDA bukan hanya untuk menentukan siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi ruang belajar, ruang berekspresi, dan ruang untuk menyuarakan seni. Hari ini mahasiswa dari seluruh Aceh hadir membawa karya terbaik dari kampus masing-masing,” ujarnya.
Dr. Rina mengajak seluruh peserta untuk terus berjuang dan menjadikan kompetisi sebagai sarana membangun karakter sekaligus mempererat persaudaraan antarmahasiswa.
“Menang yang sesungguhnya adalah tidak pernah menyerah. Bersaing boleh, tetapi persahabatan harus tetap di hati. Saya mengapresiasi seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Dari panggung ini saya berharap lahir seniman-seniman muda yang kreatif dan mampu mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional,” tuturnya.
Ia menambahkan, peserta terbaik hasil PEKSIMIDA Aceh 2026 akan dipersiapkan untuk mewakili Aceh pada ajang PEKSIMINAS yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Acara pembukaan PEKSIMIDA Aceh 2026 turut dihadiri pimpinan perguruan tinggi di Aceh, para dekan, dosen pendamping, serta kontingen mahasiswa dari berbagai kampus.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

