NUKILAN.ID | KUALASIMPANG – Pemerintah mulai membangun kawasan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Sebanyak 500 unit rumah permanen akan dibangun secara bertahap guna menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10 hektare untuk mendukung pembangunan kawasan hunian tetap tersebut.
Dari total 500 unit rumah yang direncanakan, sebanyak 108 unit telah dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Sementara 392 unit lainnya akan dibangun secara bertahap oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Saat meninjau lokasi pembangunan hunian tetap di Aceh Tamiang, Nusron menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi serta Sugianto Kusuma atau Aguan yang telah berkontribusi dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, Pak Aguan, yang telah membantu masyarakat melalui pembangunan huntap ini. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang sedang berupaya bangkit setelah terdampak bencana,” ujar Nusron.
Menurut Nusron, percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana memerlukan kolaborasi berbagai pihak dan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Karena itu, Kementerian ATR/BPN berkomitmen mempercepat penyelesaian seluruh aspek pertanahan agar pembangunan hunian tetap dapat segera diselesaikan.
“Kementerian ATR/BPN akan memastikan seluruh aspek pertanahan untuk pembangunan huntap dapat diselesaikan secara cepat sehingga masyarakat segera memiliki tempat tinggal yang aman dan layak,” kata Nusron.
Ia menjelaskan, pembangunan hunian tetap menjadi bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan rumah, hingga pemberian kepastian hukum atas tanah masyarakat.
“Ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, masyarakat yang terdampak bencana harus segera mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak,” ujar Nusron.
Lebih lanjut, Nusron menilai penyediaan hunian bagi korban bencana membutuhkan semangat gotong royong dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, serta lembaga sosial.
“Karena itu, pemerintah bergerak bersama berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial seperti Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi bukti bahwa semangat gotong royong adalah kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat,” tuturnya.
Melalui pembangunan 500 unit hunian tetap tersebut, pemerintah berharap masyarakat yang terdampak bencana di Aceh Tamiang dapat segera menempati rumah yang aman dan nyaman sehingga proses pemulihan sosial maupun ekonomi di daerah itu dapat berlangsung lebih cepat.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

