NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Farida Dewi Maharani, menegaskan media lokal memiliki posisi strategis dalam menghadapi disrupsi digital karena lebih memahami karakteristik, budaya, serta persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Farida di sela pembukaan workshop “Membangun Media Lokal yang Berkelanjutan” yang digelar Komdigi bekerja sama dengan Tribun Network di Tropicollo, Banda Aceh, Jumat (24/7/2026). Kegiatan itu diikuti sejumlah jurnalis dari berbagai media.
Farida mengatakan, pemerintah ingin memastikan jurnalis di daerah memiliki kesiapan yang setara dengan jurnalis di kota-kota besar dalam menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
“Kita berharap disrupsi teknologi ini dihadapi bersama-sama. Jangan sampai teman-teman di kota lebih siap, tetapi di daerah tidak siap. Teman-teman di daerah harus sama siapnya dengan yang di kota,” ujar Farida.
Menurutnya, penguatan kapasitas jurnalis menjadi langkah penting agar insan pers mampu beradaptasi dengan perubahan ekosistem media yang terus berkembang.
Ia menilai media lokal memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan media nasional karena lebih dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi, budaya, serta berbagai persoalan yang berkembang di wilayahnya.
“Teman-teman media lokal lebih cepat mengenali dan menemukan persoalan di daerah. Ketika isu-isu itu disampaikan ke pusat, maka akan menjadi perhatian pemerintah pusat,” kata Farida.
Farida juga menyebut kedekatan media lokal dengan masyarakat membuat informasi yang disajikan lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan pembaca di daerah.
“Tidak harus sama dengan pemberitaan media nasional. Kekuatan media lokal justru menjadi penopang bagi media nasional karena menghadirkan isu-isu yang dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

